Profil Ayah Gustiwiw yang Ternyata Legenda Lagu 80-an! Ini Sosok Timur Priyono yang Jarang Diungkap
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, kabar kepergian Gusti Irwan Wibowo alias Gustiwiw di usia muda bikin banyak orang terhenyak. Di balik kehilangan besar itu, ada cerita mendalam tentang sosok yang berjasa besar dalam hidup Gustiwiw: sang ayah, Timur Priyono. Nama ini mungkin nggak asing buat generasi lama, tapi buat Gen yang belum tahu, beliau adalah musisi dan pencipta lagu legendaris Indonesia di era 80-an.
Ayah dari Gustiwiw ini bukan orang sembarangan. Sebelum wafat pada 29 Maret 2024 lalu, Timur Priyono dikenal sebagai penulis lagu-lagu ikonik yang masih diingat sampai sekarang. Jadi nggak heran kalau Gustiwiw tumbuh jadi musisi muda yang penuh talenta-darah seninya memang diturunkan langsung dari ayahnya.
Lahir di Mergosono, Malang, pada 19 Desember 1962, Timur Priyono tumbuh dalam lingkungan yang lekat dengan seni. Dari situlah semangat bermusiknya berkembang, hingga akhirnya ia dikenal sebagai penulis lagu yang cukup berpengaruh pada zamannya.
Salah satu karya terkenalnya adalah lagu "Yang Penting Hepi" yang dipopulerkan oleh Jamal Mirdad-lagu dengan irama riang yang sempat merajai tangga lagu dan masih dikenang sampai sekarang. Tapi bukan cuma itu, Gen. Timur juga pernah menulis lagu-lagu lain seperti "Lho Kok Bangun" dan bahkan beberapa lagu untuk institusi seperti Mars Kostrad dan Kodam.
Timur Priyono meninggal dunia di usia 64 tahun, setahun sebelum kepergian Gustiwiw. Tapi jejaknya nggak pernah hilang. Justru, warisan paling besar dari beliau bukan cuma lagu-lagu yang pernah ia ciptakan, tapi juga nilai seni yang ia tanamkan pada sang anak.
Gustiwiw-yang dikenal lewat karya-karyanya yang jujur dan menghibur-memiliki karakter yang nggak jauh beda dari ayahnya. Lucu, tulus, dan punya visi yang kuat dalam bermusik. Nggak heran kalau banyak yang menyebut bahwa Gusti adalah refleksi versi baru dari Timur Priyono.
Bahkan, dalam salah satu highlight Instagram-nya, Gustiwiw menamai sorotan itu dengan "Papa"-tanda bahwa mendiang ayahnya punya tempat istimewa dalam hidup dan kariernya.
Kepergian Gustiwiw pada 15 Juni 2025 di usia 25 tahun memang terasa sangat cepat dan meninggalkan duka mendalam. Terlebih karena ia masih sempat aktif di media sosial sehari sebelumnya. Informasi dari ibunya menyebut bahwa Gustiwiw meninggal karena jatuh di kamar mandi, dalam kondisi tekanan darah tinggi yang menyerang jantungnya.
Kini, baik Gusti maupun sang ayah sama-sama telah tiada. Tapi karya mereka tetap hidup-dan akan terus jadi pengingat bahwa bakat besar kadang lahir dari akar yang kuat.
Gen, cerita hidup Gustiwiw nggak bisa dilepaskan dari sosok ayahnya. Timur Priyono bukan hanya pencipta lagu, tapi juga mentor, panutan, dan sumber inspirasi. Lewat karya-karya mereka, kita bisa belajar bahwa musik adalah bahasa lintas generasi-dan cinta seorang ayah bisa hidup selamanya dalam nada.
Kenang terus karya mereka, dan yuk jaga semangat seni yang mereka wariskan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!