Janji Manis Terakhir Gustiwiw, Lamaran di Makam Bikin Hati Warganet Tersentuh!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, ada kisah cinta yang bikin bulu kuduk berdiri sekaligus hati terasa hangat. Janji terakhir almarhum musisi Gustiwiw buat melamar kekasihnya, Deandra Nadira, akhirnya benar-benar diwujudkan, meski sosok sang penyanyi udah nggak ada di dunia. Momen lamaran itu berlangsung begitu emosional karena dilakukan tepat di samping makamnya, seolah jadi bukti kalau cinta nggak pernah benar-benar mati.
Adalah Bunga Nafisa, adik dari Gustiwiw, yang maju mewakili sang kakak buat menepati janji tersebut. Dalam unggahan di Instagram pada Jumat (15/8/2025), Bunga dan Dea tampil dengan busana serba putih. Suasana penuh duka berubah haru ketika Bunga menyematkan cincin ke jari manis Dea. Air mata langsung tumpah, apalagi lamaran itu terasa simbolis-perwujudan janji yang sempat tertunda.
"Ada yang tak bisa menepati janji untuk memberi sebuah cincin manis di step pertama kala itu, namun aku hadir disini untuk menepati janjinya," tulis Bunga dalam unggahan yang bikin banyak orang ikut tersentuh. Ia juga menambahkan, "Sinar matahari menempuh jarak yang panjang melalui atmosfer untuk mencapai mata kita. Pada waktu-waktu tersebut, langit pun menyetujui acara kecil kecilan ini."
Kisah Gustiwiw dan Dea sendiri berawal sejak 2023, saat Dea diajak temannya tampil dalam acara musik di Kedubes Bekasi-komunitas nongkrong tempat Gusti sering tampil. Dari situlah benih cinta tumbuh, hingga akhirnya mereka resmi pacaran di tahun 2024.
Sayangnya, perjalanan cinta itu harus terhenti lebih cepat. Gustiwiw meninggal dunia pada Minggu (15/6/2025) di sebuah penginapan di Lembang, Bandung Barat. Ia ditemukan sudah tak bernyawa di kamar mandi setelah sebelumnya menginap bersama teman dekat. Kabar duka ini bikin publik terkejut, apalagi Gusti baru saja merilis lagu sebelum kepergiannya.
Meski kepergian itu menyisakan luka, momen lamaran yang akhirnya terlaksana menunjukkan kalau janji cinta bisa tetap hidup walau salah satu sudah pergi. Lamaran sederhana namun penuh makna ini jadi pengingat kalau rasa tulus nggak pernah kenal batas, bahkan kematian.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!