Menag Bela Pesantren Lirboyo Usai Tayangan Kontroversial Trans7: Jangan Sampai Kena Stigma Buruk!
Bukan Sekadar Sekolah Agama, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Pesantren Adalah Benteng Moral dan Peradaban Bangsa
JAKARTA, GENVOICE.ID - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar angkat bicara terkait kontroversi tayangan program Trans7 "Xpose Uncensored" yang diduga melecehkan Pesantren Lirboyo, Kediri.
Menag menegaskan bahwa pesantren merupakan benteng moral dan peradaban bangsa yang tidak layak dicap buruk atau distigma negatif.
Pernyataan ini disampaikan Menag setelah gelombang protes dan ancaman jalur hukum dilayangkan oleh PBNU dan Gus Yahya atas tayangan yang dinilai menghina kiai NU dan nilai-nilai luhur pesantren.
Menag Nasaruddin meminta semua pihak untuk menjaga marwah pondok pesantren dan berhenti membuat narasi yang memicu stigma negatif. Ia merasa kaget dan prihatin dengan pemberitaan yang menempatkan pesantren secara buruk.
Bukan Sekadar Sekolah Biasa
Menurut Menag, pesantren itu bukan sekadar tempat belajar agama, Gen. Pesantren sudah berabad-abad menjadi bagian penting dari sejarah bangsa, lho!
"Sekian ratus tahun pondok pesantren berkiprah mendidik manusia Indonesia agar menjadi masyarakat yang beradab," ujar Nasaruddin.
Beliau menegaskan, pesantren adalah benteng moral bangsa yang sudah melahirkan banyak ulama, pemimpin, dan tokoh nasional.
Tradisi pesantren yang mengajarkan kesantunan murid kepada kiai, menurutnya, adalah akar budaya hormat anak kepada orang tua, yang kemudian berimbas pada hubungan rakyat dan pemimpinnya.
Kepercayaan Masyarakat Malah Meningkat
Menag Nasaruddin juga menepis anggapan bahwa citra pesantren itu negatif. Beliau melihat faktanya di lapangan justru sebaliknya. Kepercayaan masyarakat terhadap pesantren justru meningkat tajam hingga saat ini.
"Kalau mata hati kita melihat, apa yang terjadi di pondok pesantren sekarang ini justru hal yang berkebalikan dari citra negatif. Ada peningkatan yang sangat tajam, orang memasukkan anaknya ke pondok pesantren," jelasnya.
Intinya, beliau mengajak masyarakat untuk melihat pesantren secara utuh, sebagai pusat pembentukan moral, karakter, dan kemanusiaan, bukan hanya sekadar lembaga pendidikan.
Semoga respons keras dari Menag ini bisa menjadi penengah di tengah ramainya tagar #BoikotTrans7, dan menjadi pengingat bagi media untuk selalu berhati-hati dalam menayangkan konten yang berkaitan dengan nilai-nilai luhur masyarakat!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!