Tren Mobil Listrik Meledak! HIPMI Ungkap Peluang Emas Bisnis SPKLU, Kafe, hingga IT
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gelombang transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) membuka peluang usaha baru yang luar biasa luas di Indonesia.
Dilansir dari Antara, hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Otomotif, Hasstriansyah.
"Ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai ini memiliki potensi yang luar biasa," ujarnya.
Ia menekankan bahwa transisi menuju elektrifikasi transportasi bukan hanya soal kendaraan, tapi juga soal peluang bisnis di berbagai sektor pendukung.
Hasstriansyah menyebutkan bahwa para pengusaha muda kini mulai melihat peluang untuk terlibat dalam rantai pasok kendaraan listrik, mulai dari menjadi pemasok komponen, distributor kendaraan, pengelola SPKLU, hingga operator infrastruktur pengisian daya.
"Teman-teman pengusaha sudah bisa melihat peluang, apakah menjadi supplier, distributor, pembuat SPKLU, atau perusahaan SPKLU-nya sendiri," katanya.
Tidak hanya itu, sektor teknologi informasi (TI) juga memiliki ruang besar untuk ambil bagian. Menurut Hasstriansyah, pengoperasian SPKLU tidak lepas dari teknologi digital yang mendukung sistem pembayaran, monitoring, hingga manajemen energi.
"SPKLU jangan salah, itu juga ada IT-nya. Harus ada aplikasi untuk mendukung agar SPKLU itu bisa berjalan optimal," jelasnya.
Lebih jauh, Hasstriansyah menambahkan bahwa keberadaan SPKLU bisa menjadi katalis ekonomi baru bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Ia mencontohkan peluang bagi pengusaha rumah makan, kafe, gerai kopi, hingga penyedia peralatan keselamatan seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang bisa hadir di lokasi-lokasi pengisian daya.
"Selama pengisian daya berlangsung, pengguna bisa menghabiskan waktu di kafe, restoran, atau membeli kebutuhan lain. Ini peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan," ucapnya.
Tren ini didukung oleh data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang mencatat lonjakan signifikan penjualan mobil listrik murni. Dari total 374.740 kendaraan roda empat yang terjual di Indonesia pada Januari hingga Juni 2025, sebanyak 36.611 unit adalah BEV, atau setara 9,77 persen pangsa pasar.
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun 2021, pangsa pasar BEV hanya 0,08 persen, yang berarti terjadi lonjakan lebih dari 120 kali lipat dalam waktu empat tahun.
Angka ini menandakan bahwa Indonesia berada di jalur cepat menuju era kendaraan rendah emisi, dan membuka ruang besar bagi para pelaku usaha untuk ikut tumbuh bersama industri masa depan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!