Kejutan dari Surabaya! Pacific Caesar Pertahankan Coach Bedu Meski Gagal ke Playoff, Ini Alasannya!

Kejutan dari Surabaya! Pacific Caesar Pertahankan Coach Bedu Meski Gagal ke Playoff, Ini Alasannya!
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Manajemen Pacific Caesar Surabaya resmi memperpanjang kontrak Andika Supriadi Saputra, atau yang akrab disapa Coach Bedu, sebagai pelatih kepala untuk memimpin tim di ajang Indonesian Basketball League (IBL) All Indonesian 2026.

Dilansir dari Antara, eputusan ini diumumkan menjelang turnamen IBL All Indonesian 2025 yang akan digelar di Solo, Jawa Tengah, pada 16-31 Agustus mendatang.

Coach Bedu pertama kali diangkat sebagai pelatih utama Pacific pada 9 April lalu, menggantikan Dhimaz Aniz Setiaputra yang diberhentikan setelah tim mengalami awal musim yang buruk. Kala itu, Pacific hanya mencatatkan tiga kemenangan dari 12 pertandingan (rekor 3-9), termasuk sembilan kekalahan beruntun yang mengecewakan para pendukung setianya.

Kehadiran Coach Bedu menjadi titik balik performa tim asal Surabaya ini. Di bawah arahannya, Pacific tampil lebih solid dan mampu meraih delapan kemenangan serta lima kekalahan, sebuah peningkatan signifikan dibandingkan paruh pertama musim. Salah satu kemenangan paling impresif adalah saat mereka mengalahkan tim papan atas, Prawira Bandung, yang menjadi sorotan di media basket nasional.

Secara keseluruhan, Pacific menutup musim reguler IBL 2025 dengan catatan 11 kemenangan dan 15 kekalahan, menempati posisi kesembilan klasemen akhir. Meski belum cukup untuk melangkah ke babak playoff, pencapaian ini dianggap sebagai kemajuan besar dari kondisi tim saat awal musim.

Manajemen menilai kinerja pelatih yang pernah menangani Hangtuah Jakarta itu cukup positif dan layak mendapatkan kepercayaan untuk terus membangun tim. Perpanjangan kontrak ini juga diharapkan membawa konsistensi dan kestabilan yang dibutuhkan Pacific untuk bersaing lebih kompetitif di musim depan.

Musim 2025 menjadi tahun kembalinya Coach Bedu ke panggung IBL setelah sempat diberhentikan dari kursi pelatih Hangtuah Jakarta pada pertengahan musim 2024. Namun, kesempatan kedua yang diberikan Pacific kini menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Turnamen IBL All Indonesian 2025 akan menjadi batu loncatan penting dalam membentuk skuad dan sistem permainan yang solid untuk menghadapi musim reguler IBL 2026. Manajemen berharap, dengan pengarahan dan strategi yang terus dikembangkan oleh Coach Bedu, Pacific bisa menjadi tim yang lebih berbahaya, tidak hanya di papan tengah, tetapi juga dalam persaingan menuju papan atas klasemen.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE