Rano Karno Bongkar Fakta Soal Dugaan Beras Oplosan Subsidi, Pemprov DKI Siap Bertindak Tegas!

Rano Karno Bongkar Fakta Soal Dugaan Beras Oplosan Subsidi, Pemprov DKI Siap Bertindak Tegas!
- (Dok. ANTARA).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, kabar panas lagi ramai dibicarakan: dugaan beras subsidi oplosan di Jakarta bikin geger! Isu ini menyeret nama salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berinisial FS. Bahkan, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, turun tangan langsung buat buka suara soal ini.

Dalam keterangannya, Rano tegas menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta nggak akan main-main jika memang terbukti ada pelanggaran dalam distribusi beras bersubsidi.

"Kalau memang salah, tindak. Nggak ada urusan," ujar Rano dengan nada serius saat ditemui di kawasan Kemayoran Baru, Jakarta Selatan, dilansir dari ANTARA.

Meskipun pihak FS mengaku tidak melakukan pelanggaran dan membantah semua tuduhan, Rano tetap menegaskan bahwa proses pemeriksaan harus objektif dan menyeluruh. Dia menyebut, masalah kayak gini nggak bisa diselesaikan cuma dengan satu sisi cerita.

"Saya sudah mendapat laporan dari FS bahwa itu tidak benar. Tapi, ini memerlukan waktu yang panjang untuk diskusi," lanjutnya.

Untuk memastikan semuanya clear dan transparan, Pemprov DKI bakal menggelar audit internal. Bahkan, Inspektorat DKI sudah mulai turun tangan untuk mengawasi langsung jalannya proses investigasi.

"Pasti ada audit. Apalagi hal seperti ini, inspektorat turun," tegas Rano.

Sementara itu, dari pihak kepolisian, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri juga nggak tinggal diam. Brigjen Helfi Assegaf mengonfirmasi bahwa beberapa produsen beras telah dimintai keterangan soal dugaan pelanggaran mutu dan takaran. Ada empat nama yang sudah diperiksa, di antaranya WG, FSTJ, BPR, dan SUL/JG.

Walaupun detail pemeriksaannya belum diungkap ke publik, ini jadi langkah awal penting dalam mengusut dugaan permainan kualitas dan volume beras subsidi yang dikabarkan tak sesuai standar.

Gen, buat kamu yang ngikutin isu pangan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya juga udah angkat bicara. Ia menyebut bahwa ada 212 merek beras yang telah dilaporkan ke Polri dan Kejagung karena masalah serupa. Bahkan 10 produsen besar udah mulai diperiksa oleh Satgas Pangan.

"Saya sampaikan, 212 kami sudah kirim merek yang tidak sesuai standar, mengurangi volume, mutunya tidak sesuai, kemudian tidak sesuai standar, kami sudah kirim ke Pak Kapolri langsung dan Pak Jaksa Agung langsung," ungkap Amran.

Kasus ini lagi bergulir panas dan jadi perhatian publik. Kita tunggu bareng-bareng aja ya, Gen, gimana hasil audit dan penyelidikan lanjutan. Apakah benar ada permainan curang di balik distribusi beras subsidi? Atau ini cuma miskomunikasi? Yang jelas, masyarakat berhak tahu kebenarannya!

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE