Horor Lokal "Songko" Usung Legenda Minahasa, Siap Tayang April 2026
JAKARTA, GENVOICE.ID - Industri film Indonesia kembali menghadirkan kisah horor berbasis budaya lokal lewat film Songko. Diproduksi oleh Santara, film ini mengangkat legenda masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara, dengan latar cerita sebuah desa di Tomohon pada tahun 1986.
Produser kreatif Avandrio Yusuf menjelaskan bahwa cerita berpusat pada sosok misterius bernama Songko. Figur ini dipercaya mengincar darah suci demi memperoleh keabadian, sebuah kepercayaan yang perlahan memicu ketakutan di tengah masyarakat desa.
Seiring berjalannya cerita, rasa cemas warga berkembang menjadi teror yang semakin sulit dijelaskan secara logika. Ketegangan inilah yang menjadi kekuatan utama narasi film, menggabungkan unsur mitologi lokal dengan pendekatan horor modern.
Untuk menjaga keaslian cerita, tim produksi melakukan riset langsung di lapangan dengan melibatkan kepala adat serta masyarakat setempat di Tomohon. Pendekatan ini dilakukan agar detail visual, kostum, hingga atmosfer budaya yang ditampilkan terasa autentik.
Produser eksekutif Whisnu Baker menyebut proyek ini sebagai upaya membawa cerita rakyat ke audiens yang lebih luas tanpa menghilangkan identitas aslinya. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan talenta lokal dalam membangun nuansa cerita yang kuat.
Proses syuting dilakukan di set desa yang dibangun khusus di kaki Gunung Lokon. Menariknya, lokasi tersebut kini masih berdiri dan dimanfaatkan warga sebagai spot foto.
Film ini disutradarai oleh sineas asal Tomohon, Gerald Mamahit, dengan melibatkan sekitar 60 persen talenta dari Manado, baik di depan maupun belakang layar. Sejumlah aktor yang turut membintangi film ini antara lain Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, serta Khiva Iskak.
Film "Songko" dijadwalkan tayang di bioskop mulai 23 April 2026. Sebelum penayangan luas, gala premiere akan digelar di Jakarta, kemudian dilanjutkan ke Manado sebagai bentuk penghormatan terhadap daerah asal cerita.
Dengan perpaduan legenda lokal, riset budaya, dan dukungan talenta daerah, "Songko" diharapkan menjadi salah satu film horor Indonesia yang mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!