Komeng Soroti Pelaksanaan MBG: Programnya Bagus, tapi Eksekusinya Harus Dibenahi
Komeng berharap pengelolaan MBG semakin baik di bawah kepemimpinan baru.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Alfiansyah Komeng memberikan tanggapan terkait keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Komeng, program tersebut memiliki tujuan yang baik, tetapi persoalan utama masih berada pada pelaksanaan di lapangan.
Komeng menyampaikan pandangannya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Ia berharap adanya pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) dapat membawa perbaikan terhadap pelaksanaan program prioritas pemerintah tersebut.
Komeng Nilai Program MBG Sudah Tepat
Komeng pada dasarnya menilai MBG sebagai salah satu program pemerintah yang memiliki manfaat bagi masyarakat. Namun, ia menyoroti kualitas pelaksanaan yang dinilai masih belum sesuai dengan harapan sehingga diperlukan pembenahan dalam pengelolaannya.
"Sebenernya semua program presiden itu bagus cuma yang kerjanya aja pada nggak bener. Makanya mudah-mudahan yang sekarang, Pak Dar ya? Mudah-mudahan bagus," kata Komeng saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Komeng setelah Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmennya untuk mempertahankan program MBG. Komeng berharap kepemimpinan Sudaryono sebagai Kepala BGN dapat membuat penyelenggaraan program tersebut berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih besar.
Selain MBG, Komeng juga memberikan penilaian positif terhadap program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Prabowo. Menurutnya, kedua program tersebut memiliki tujuan yang baik apabila dijalankan dengan pengelolaan yang tepat.
"Karena memang MBG bagus, Kopdes juga bagus, apalagi Komeng," ujar Komeng.
Prabowo Pastikan Program MBG Berlanjut
Komitmen untuk meneruskan MBG sebelumnya disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI serta DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta. Presiden menegaskan bahwa program tersebut akan tetap dijalankan dengan sejumlah perbaikan, terutama dalam aspek efisiensi dan pengawasan.
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan bagi tumbuh kembang anak Indonesia. Ia menilai kondisi kekurangan gizi pada anak dapat berdampak terhadap perkembangan fisik maupun kemampuan mereka di masa mendatang.
Prabowo juga menekankan pentingnya memastikan makanan yang diberikan melalui program MBG benar-benar sampai kepada penerima manfaat dengan kualitas yang sesuai. Karena itu, pemerintah disebut akan memperkuat pengawasan agar pelaksanaan program tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.
Prabowo Kecam Korupsi dalam Program Gizi Anak
Presiden Prabowo bahkan memberikan peringatan keras terhadap pihak yang melakukan korupsi dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, penyalahgunaan anggaran yang berkaitan dengan pemenuhan gizi anak merupakan tindakan serius karena menyangkut kebutuhan dasar generasi penerus bangsa.
"Kita tidak boleh teriak 1 dari 4 anak stunting. Oleh karena itu, saya bertekad teruskan MBG tapi dengan perbaikan, dengan efisiensi. Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini adalah orang-orang biadab, tidak pantas kita hormati. Menurut saya ini sudah sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan," tegas Prabowo.
Pemerintah sebelumnya menjadikan MBG sebagai salah satu program unggulan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program tersebut menyasar pemenuhan kebutuhan makanan bergizi bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak.
Bagi Komeng, keberlanjutan MBG menjadi hal yang positif selama dibarengi dengan perbaikan sistem pelaksanaan. Ia berharap pengelola program dapat memastikan kebijakan yang dirancang pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kepemimpinan BGN Diharapkan Bawa Perubahan
Pergantian kepemimpinan di BGN turut menjadi perhatian Komeng dalam melihat masa depan program MBG. Ia berharap sosok baru yang memimpin lembaga tersebut mampu memperbaiki berbagai persoalan teknis dan memastikan program berjalan sesuai tujuan awal.
Dengan pengawasan yang lebih ketat, Komeng berharap berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG dapat diminimalkan. Ia menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya di lapangan.
Di sisi lain, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menghentikan MBG meskipun masih terdapat berbagai persoalan dalam pelaksanaannya. Program tersebut justru akan terus dievaluasi agar distribusi makanan bergizi dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Dengan adanya dukungan terhadap keberlanjutan MBG sekaligus dorongan untuk memperbaiki pelaksanaannya, program tersebut diharapkan mampu mencapai tujuan peningkatan kualitas gizi masyarakat. Pernyataan Komeng pun menegaskan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada bagaimana program tersebut dijalankan secara konsisten dan bertanggung jawab.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!