Rispo Buka-Bukaan Soal Tantangan Syuting Film GJLS: Berapi-Api, Seragam Damkar Bikin Berat

Ananta Rispo harus mengenakan seragam pemadam kebakaran yang beratnya mencapai 10 kilogram, sementara pemain lain menghadapi adegan dengan kobaran api skala besar.

Rispo Buka-Bukaan Soal Tantangan Syuting Film GJLS: Berapi-Api, Seragam Damkar Bikin Berat
Konferensi Pers FIlm 'GJLS: Berapi-Api' - (Dok. Genvoice).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Trio GJLS, Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir, membagikan cerita di balik proses syuting film GJLS: Berapi-Api. Salah satu tantangan yang harus dihadapi para pemain adalah mengenakan perlengkapan pemadam kebakaran hingga menjalani adegan dengan api dalam skala besar.

Ananta Rispo mengungkapkan seragam pemadam kebakaran yang dikenakannya memiliki bobot cukup berat. Dalam kondisi tertentu, perlengkapan tersebut bahkan bisa mencapai berat sekitar 10 kilogram sehingga membuat proses syuting menjadi tantangan tersendiri.

Rispo Rasakan Beratnya Seragam Damkar

Rispo mengatakan penggunaan seragam damkar menjadi salah satu pengalaman yang berbeda selama menjalani proses produksi film. Selain harus menyesuaikan gerakan saat mengenakan perlengkapan tersebut, para pemain juga perlu memahami bagaimana petugas pemadam kebakaran bekerja di lapangan.

Perlengkapan yang digunakan tidak hanya berupa pakaian, tetapi juga alat pelindung diri atau APD yang dirancang untuk menghadapi kondisi berbahaya. Bobot perlengkapan tersebut membuat para pemain harus beradaptasi agar tetap dapat bergerak sesuai kebutuhan adegan.

Pemain Belajar Langsung dari Petugas Damkar

Produser film GJLS: Berapi-Api, Indra Yudhistira, menjelaskan bahwa proses produksi film tidak dilakukan dengan menggandeng tim damkar secara langsung. Meski demikian, sejumlah pemain mendapatkan pembekalan melalui workshop bersama petugas pemadam kebakaran sebelum menjalani proses syuting.

Dalam workshop tersebut, para pemain mempelajari sejumlah keterampilan dasar yang berkaitan dengan pekerjaan damkar. Materinya mencakup cara mengenakan APD berupa fire jacket, teknik memadamkan api, hingga cara menangani atau menjinakkan hewan berbahaya.

Pembekalan tersebut diberikan agar para pemain memiliki gambaran mengenai tugas yang dilakukan petugas pemadam kebakaran. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika mereka harus memerankan karakter sebagai bagian dari Tim Algojo Api.

Syuting Api Skala Besar Jadi Tantangan

Tidak hanya perlengkapan damkar, adegan yang melibatkan api juga menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain. Beberapa pemeran yang tergabung dalam Tim Algojo Api mengaku harus menghadapi situasi menegangkan ketika menjalani proses syuting dengan kobaran api dalam skala besar.

Adegan tersebut membutuhkan persiapan dan perhatian terhadap keselamatan karena pemain harus berada dalam lingkungan yang melibatkan sumber panas dan api. Tantangan tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat proses produksi GJLS: Berapi-Api berbeda dari proyek komedi yang biasa dimainkan oleh trio GJLS.

Terinspirasi dari Kejadian Damkar di Media Sosial

Sutradara Monty Tiwa mengatakan ide film GJLS: Berapi-Api juga terinspirasi dari berbagai kejadian lucu yang dialami petugas pemadam kebakaran di Indonesia. Ia mengaku kerap menemukan cerita maupun momen tersebut melalui konten yang muncul di media sosial.

Inspirasi tersebut kemudian dikembangkan menjadi cerita mengenai tiga sahabat yang sejak kecil memiliki keinginan menjadi petugas pemadam kebakaran. Unsur komedi tetap menjadi bagian dari film, tetapi cerita juga membawa kehidupan dan tantangan yang dihadapi para petugas damkar.

Trio GJLS Ikut Isi Soundtrack

Selain tampil sebagai pemeran utama, Rigen, Rispo, dan Hifdzi juga ikut terlibat dalam penggarapan soundtrack film GJLS: Berapi-Api. Trio tersebut berkolaborasi dengan Barasuara untuk mengisi musik yang menjadi bagian dari film.

Keterlibatan mereka dalam soundtrack menjadi pengalaman tambahan bagi ketiganya selama mengerjakan proyek tersebut. Musik diharapkan dapat melengkapi suasana film yang memadukan komedi, aksi, dan cerita mengenai profesi pemadam kebakaran.

GJLS: Berapi-Api Tayang November 2026

Film GJLS: Berapi-Api mengisahkan tiga sahabat masa kecil yang memiliki tekad untuk menjadi petugas pemadam kebakaran. Perjalanan mereka kemudian membawa berbagai pengalaman yang menggabungkan aksi, humor, persahabatan, serta nilai kemanusiaan.

Film garapan Monty Tiwa dengan Indra Yudhistira sebagai produser tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026. Menurut Monty Tiwa, film ini dapat disaksikan oleh berbagai kelompok usia sehingga bisa menjadi tontonan bersama keluarga maupun orang-orang terdekat.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE