Politikus Spanyol Sindir Imigran Jelang Semifinal Piala Dunia 2026, Lamine Yamal: Tujuan Sepak Bola untuk Menyatukan Masyarakat
JAKARTA, GENVOICE.ID - Lamine Yamal memberikan tanggapan atas komentar kontroversial yang dilontarkan mantan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, menjelang semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol. Pemain muda La Roja itu menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi sarana untuk mempersatukan masyarakat, bukan memicu perpecahan.
Pernyataan Rajoy menuai sorotan setelah ia menyebut Timnas Prancis tidak memiliki pemain "Prancis". Komentar tersebut mengacu pada banyaknya pemain Les Bleus yang berasal dari latar belakang keluarga imigran atau memiliki garis keturunan dari negara lain.
Menanggapi hal itu, Yamal memilih tidak memperpanjang polemik. Menurutnya, salah satu nilai utama dalam sepak bola adalah mampu menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang.
"Saya tidak berpikir bahwa ada ruang untuk pembicaraan macam itu, namun bila sepak bola itu punya banyak tujuan, maka salah satunya adalah menyatukan masyarakat dan tidak ada contoh yang lebih baik selain Prancis dan kami," ujar Yamal, dikutip dari La Nacion.
Pemain berusia 19 tahun tersebut juga menegaskan dirinya tidak ingin mengomentari lebih jauh ucapan Rajoy.
"Pada akhirnya, itulah definisi tentang sepak bola. Saya sendiri tidak bisa berbicara atas hal-hal yang dikatakan oleh orang lain," lanjutnya.
Pernyataan Rajoy dinilai ironis karena Timnas Spanyol juga diperkuat sejumlah pemain yang memiliki latar belakang keluarga imigran. Selain Lamine Yamal, yang memiliki darah Maroko dan Guinea Ekuatorial, terdapat Nico Williams yang berasal dari keluarga keturunan Ghana.
Di tengah polemik tersebut, perhatian utama tetap tertuju pada pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol yang akan berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026 dini hari WIB. Kedua tim akan saling berhadapan untuk memperebutkan satu tempat di partai final.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!