10 Makanan Terburuk di Dunia Versi TasteAtlas: Benarkah Kuliner Indonesia Masuk Daftar Ini?

Sistem Penilaian TasteAtlas: Bagaimana Jutaan Suara Menentukan Predikat 'Terburuk'?

10 Makanan Terburuk di Dunia Versi TasteAtlas: Benarkah Kuliner Indonesia Masuk Daftar Ini?
Ilustrasi makanan terburuk. - (Dok. freepik.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Dunia kuliner selalu penuh kejutan, namun tidak semua hidangan mendapatkan pujian.

Baru-baru ini, situs ensiklopedia kuliner global TasteAtlas merilis daftar mengejutkan mengenai 100 makanan dengan rating terburuk di dunia berdasarkan penilaian audiens internasional.

Mulai dari pizza dengan kombinasi aneh di Swedia hingga kuliner ekstrem dari Asia, daftar ini memicu perdebatan hangat di kalangan pecinta makanan.

Pertanyaannya, apakah ada masakan tradisional Indonesia yang dianggap "gagal" oleh lidah dunia?

Simak ulasan lengkap mengenai sepuluh makanan peringkat terendah dan posisi kuliner Nusantara dalam daftar ini agar kamu tidak ketinggalan tren informasi kuliner global terbaru!

10 Besar Makanan dengan Rating Terendah

Berikut adalah daftar hidangan yang menduduki peringkat teratas sebagai makanan "terburuk" menurut audiens global:

  1. Pizza Vulkanen (Swedia): Pizza "vulkanik" yang mencampurkan terlalu banyak topping (daging hingga kentang goreng) sehingga rasanya dianggap tidak menyatu.

  2. Svið (Islandia): Hidangan kepala domba utuh yang dibelah dan dimasak.

  3. Blodpalt (Swedia/Finlandia): Pangsit yang terbuat dari campuran tepung dan darah hewan dengan aroma yang sangat tajam.

  4. Truchas a la Navarra (Spanyol): Ikan trout yang diisi dengan ham (jamón serrano) lalu digoreng.

  5. Bloodpalt (Norrland, Swedia): Variasi lain dari pangsit darah dengan tekstur padat yang sulit diterima lidah global.

  6. Kugel Yerushalami (Yerusalem): Hidangan unik yang memadukan rasa manis karamel dengan pedas lada hitam.

  7. Blodplättar (Swedia): Gorengan darah dengan tekstur spons dan rasa logam yang kuat.

  8. Milcao (Cile): Semacam pancake kentang tradisional yang teksturnya dianggap kurang menggugah selera.

  9. Hon Mhai (Thailand): Ulat sutera goreng yang populer di Bangkok, namun dinilai buruk secara internasional karena rasa sedikit pahit.

  10. Chapalele (Cile): Roti kentang yang dikritik karena teksturnya terlalu kenyal dan rasanya hambar.

Kuliner Indonesia dalam Daftar Terburuk

Meski tidak masuk dalam posisi sepuluh besar, terdapat satu masakan tradisional Indonesia yang masuk ke dalam daftar panjang 100 makanan dengan rating terendah, yaitu:

Paniki: Hidangan khas Manado, Sulawesi Utara, yang berbahan dasar daging kelelawar. Penggunaan bahan yang ekstrem ini membuat Paniki mendapatkan rating rendah dari audiens internasional.

Daftar makanan dengan rating terendah dari TasteAtlas ini membuktikan bahwa selera adalah hal yang sangat subjektif.

Meskipun hidangan seperti Paniki atau Pizza Vulkanen mendapatkan penilaian rendah secara global, bagi masyarakat lokal, makanan tersebut mungkin memiliki nilai sejarah dan kelezatan tersendiri.

Bagaimana denganmu? Apakah kamu setuju dengan daftar di atas, atau justru ada makanan dalam daftar tersebut yang menjadi favoritmu? Sampaikan pendapat kamu di kolom komentar dan mari kita diskusikan keragaman kuliner dunia yang unik ini!

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE