Musim Baru IBL 2026 Dipastikan Tanpa Bali United dan Bima Perkasa Jogja

Musim Baru IBL 2026 Dipastikan Tanpa Bali United dan Bima Perkasa Jogja
Bima Perkasa Jogja saat menghadapi Bali United pada IBL musim 2025. - (Dok. Bola.com/Ana Dewi).

JAKARTA, Genvoice.id - Indonesian Basketball League (IBL) memastikan dua tim besar, Bali United Basketball dan Bima Perkasa Jogja, tidak akan berpartisipasi pada musim 2026. Kabar ini diumumkan langsung oleh Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, yang menyebut kedua klub tersebut tidak memenuhi persyaratan administratif hingga batas waktu yang telah ditentukan.

"Sudah lewat batas waktu yang diberikan, dan tidak ada lagi korespondensi dari pihak klub. Artinya, Bali United dan Bima Perkasa Jogja otomatis tidak ikut IBL musim depan. Keduanya sudah mengembalikan lisensi ke liga," ujar Junas dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (13/10).

Keputusan ini menambah daftar klub yang mundur dari IBL setelah sebelumnya Prawira Bandung juga resmi tidak melanjutkan partisipasi. Dengan demikian, jumlah peserta IBL musim 2026 menyusut menjadi 11 tim, jumlah terendah dalam lima tahun terakhir.

Menurut keterangan resmi, alasan pengunduran diri kedua tim berbeda. Dari pihak Bima Perkasa Jogja, keputusan mundur diambil karena adanya perubahan mitra internal yang membuat keberlangsungan operasional tim sulit dipertahankan. Klub asal Yogyakarta itu diketahui tengah melakukan restrukturisasi manajemen setelah beberapa tahun menghadapi tantangan finansial dan performa di lapangan.

Sementara Bali United Basketball memilih untuk mundur karena alasan efisiensi perusahaan. Sebagai bagian dari grup publik yang terdaftar di bursa saham, manajemen Bali United mengaku perlu menata ulang strategi bisnis dan fokus pada divisi sepak bola yang menjadi core utama perusahaan.

"Ada pertimbangan konsolidasi dan efisiensi yang membuat kami harus fokus pada sektor utama. Keputusan ini bukan berarti kami menutup peluang untuk kembali ke basket di masa depan," ujar perwakilan Bali United dalam pernyataan tertulisnya.

Mundurnya dua klub tersebut memberi dampak cukup besar terhadap struktur liga. IBL harus melakukan penyesuaian terhadap jadwal pertandingan, pembagian grup, dan sistem playoff agar kompetisi tetap berjalan seimbang.

Musim 2026 sendiri akan tetap menggunakan format kandang-tandang penuh, dengan sistem playoff best of five untuk semifinal dan final. IBL berharap dengan jumlah tim yang lebih sedikit, kualitas permainan justru meningkat dan kompetisi berjalan lebih ketat.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE