Waspada! BMKG Ungkap Ada Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang, Ini Daftar Wilayah yang Terdampak

Faktor Pemicu Hingga Wilayah yang Berpotensi Terdampak Hujan dan Angin Kencang BMKG

Waspada! BMKG Ungkap Ada Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang, Ini Daftar Wilayah yang Terdampak
Ilustrasi hujan lewat di salah satu wilayah Indonesia. - (Dok. Unsplash.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada. Peringatan dini telah dikeluarkan BMKG terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam sepekan ke depan.

Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang kompleks dan bisa menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa fenomena ini harus diantisipasi, mengingat kejadian serupa telah memicu banjir besar di Bali beberapa hari lalu.

Kenapa sih Cuaca Jadi Ekstrem?

BMKG tidak cuma memberikan warning, tapi juga jelasin kenapa cuaca bisa jadi begini. Ada beberapa faktor yang jadi pemicunya, mulai dari Dipole Mode Index (DMI) negatif, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), sampai adanya bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia. Pokoknya, banyak faktor "langit" yang bikin hujan jadi makin lebat.

Wilayah Mana Aja yang Harus Siaga?

Nah, ini dia yang paling penting buat kamu catat! BMKG memprakirakan, dari 12-14 September, wilayah yang berpotensi hujan lebat adalah Riau, Babel, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua.

Terus, dari 15-18 September, giliran Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua yang bakal diguyur hujan deras. Selain itu, angin kencang juga masih berpotensi terjadi di Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Jadi, buat yang tinggal di daerah ini, siapin payung dan jas hujan dari sekarang ya!

Banjir Besar di Bali Jadi 'Sinyal Bahaya'!

Kalau kamu inget, beberapa hari lalu Bali sempat dilanda banjir dan longsor parah, sampai ada 120 titik yang terendam! BMKG bilang, itu adalah akibat dari curah hujan yang ekstrem banget, bahkan melebihi 150 mm per hari yang udah termasuk kategori ekstrem.

Kata Dwikorita, hal ini diperparah dengan kondisi lingkungan kita yang tidak kondusif, seperti drainase yang mampet dan alih fungsi lahan yang bikin tanah tidak bisa menyerap air. Penting banget nih, buat kita yang sering buang sampah sembarangan!

BMKG sendiri sudah memberikan peringatan dini sejak 5 September lho, jadi bencana di Bali ini benar-benar jadi bukti kalau peringatan BMKG harus kita tanggapi secara serius. Makanya, Dwikorita mengajak kita semua untuk aktif pantau informasi BMKG lewat aplikasi, medsos, atau TV.

Jadi, intinya, kita semua harus lebih peka dan siap siaga. Mulai dari mengecek info cuaca, membersihkan selokan, sampai tidak buang sampah sembarangan. Karena, kata Dwikorita, dengan kesiapsiagaan dan mitigasi yang baik, kita bisa meminimalkan risiko bencana. Stay safe, Gen!

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE