Ternyata Settingan, Pesulap Merah Bongkar Podcast Pesugihan Artis di YouTube Jejak Backpacker: Narsum Dibayar Rp150 Ribu!
Pengakuan Mantan Narasumber: Diberi Skrip Fiktif dan Dibayar Murah
JAKARTA, GENVOICE.ID -Pesulap Merah, atau yang memiliki nama asli Marcel Radhival, kembali memicu kehebohan di dunia maya setelah membongkar dugaan rekayasa di balik konten mistis sebuah kanal digital.
Marcel secara terbuka melayangkan kritik keras terhadap kanal YouTube Jejak Backpacker yang belakangan ini viral karena menayangkan kesaksian seorang perempuan bernama Fitri.
Dalam video tersebut, Fitri mengaku sebagai mantan asisten artis dan membeberkan cerita mengenai ritual pesugihan yang dilakukan oleh sang majikan di Gunung Kawi.
Namun, berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan oleh Pesulap Merah, konten podcast bertema horor tersebut diduga kuat hanyalah sebuah kebohongan terencana alias settingan demi mendulang penonton dan keuntungan materi.
Marcel Radhival merasa geram karena konten pembodohan publik seperti ini sengaja dirancang menggunakan naskah fiktif yang sengaja dimiripkan dengan kehidupan selebritas tanah air tertentu agar memicu spekulasi liar dan menjadi viral. Melalui akun Instagram pribadinya, ia pun membeberkan sejumlah testimoni mengejutkan dari orang dalam terkait dapur produksi kanal tersebut.
Fakta di Balik Layar YouTube Jejak Backpacker: Cerita Berdasarkan Naskah Buatan
Berikut adalah beberapa poin krusial yang diungkap oleh Pesulap Merah mengenai operasional konten rekayasa tersebut:
Tarif Narasumber Bayaran yang Murah
Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang diunggah Marcel, mantan narasumber yang pernah terlibat dalam proyek podcast tersebut mengaku hanya dibayar berkisar antara Rp150.000 hingga Rp350.000 untuk sekali sesi syuting demi menyuarakan cerita bohong yang telah disiapkan.
Kesaksian Tetangga Pemilik Kanal
Seorang warganet yang mengaku sebagai tetangga dekat dari pemilik kanal YouTube Jejak Backpacker memberikan kesaksian di bawah sumpah bahwa kisah yang disampaikan oleh figur bernama Fitri sama sekali tidak nyata.
Ia membeberkan bahwa tim produksi terbiasa menawarkan proyek podcast kepada orang biasa dan menyediakan skrip (naskah) cerita fiktif, baik bertema horor maupun kriminal, lalu membantu narasumber melakukan improvisasi agar terlihat alami di depan kamera.
Sindiran Keras Marcel Radhival
Merasa nama baik sejumlah figur publik ikut terseret akibat spekulasi liar dari penonton, Pesulap Merah melayangkan sindiran menohok. Ia menyatakan siap mendatangi langsung kantor produksi kanal tersebut yang disinyalir berlokasi di kawasan Pekayon, Komplek Jaka Kencana, guna menuntut kejujuran secara terbuka.
Aksi berani Pesulap Merah dalam menguliti kepalsuan konten video bertema pesugihan ini menjadi peringatan keras bagi para kreator konten digital di Indonesia. Di era maraknya industri views dan kejar tayang, kejujuran sebuah informasi sering kali dikorbankan demi algoritma dan memperkaya diri tanpa memedulikan dampak kerugian moral bagi pihak lain yang namanya dicatut.
Melalui pengungkapan kasus ini, masyarakat dan para penikmat platform YouTube diharapkan dapat lebih cerdas, skeptis, dan selektif dalam menyaring setiap tontonan misteri, serta tidak mudah mempercayai narasi mistis yang tidak didasari oleh fakta empiris yang valid.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!