7 Aturan yang Wajib Dipatuhi Wisatawan saat Berkunjung ke Keraton Yogyakarta
JAKARTA, GENVOICE.ID - Momen long weekend 14-17 Mei 2026 diperkirakan membuat kawasan Keraton Yogyakarta kembali dipadati wisatawan. Sebagai salah satu destinasi budaya paling ikonik di Jogja, Keraton bukan hanya tempat wisata biasa, tetapi juga masih menjadi pusat budaya dan kediaman resmi Kesultanan Yogyakarta.
Karena itu, pengunjung diharapkan menjaga sikap dan mematuhi aturan yang berlaku selama berada di area keraton. Aturan tersebut dibuat untuk menghormati tradisi kerajaan sekaligus menjaga benda-benda bersejarah yang ada di dalam kompleks keraton.
Berikut sejumlah aturan masuk Keraton Yogyakarta yang wajib diperhatikan wisatawan selama libur panjang Mei 2026.
1. Dilarang Membawa Benda Beroda
Pengunjung tidak dianjurkan membawa benda beroda seperti skateboard, sepatu roda, atau kendaraan kecil lainnya ke area keraton. Selain demi kenyamanan, kondisi area keraton yang dipenuhi undakan dan pasir juga membuat benda beroda sulit digunakan.
2. Tidak Boleh Foto Membelakangi Keraton
Keraton dianggap sebagai simbol kehormatan raja dan keluarga kerajaan. Karena itu, wisatawan tidak diperkenankan berfoto dengan posisi membelakangi bangunan utama keraton karena dianggap kurang sopan.
3. Dilarang Selfie Membelakangi Abdi Dalem
Selain menghormati bangunan keraton, wisatawan juga diminta menjaga etika terhadap abdi dalem. Berfoto dengan posisi membelakangi mereka dianggap tidak menghormati tradisi dan tata krama keraton.
4. Tidak Semua Area Boleh Difoto
Meski pengunjung diperbolehkan membawa kamera atau ponsel, beberapa area di dalam keraton memiliki larangan dokumentasi. Salah satunya kawasan museum yang menyimpan koleksi benda pusaka dan barang bersejarah milik kerajaan.
5. Tidak Boleh Duduk Sembarangan
Beberapa area di dalam keraton memiliki aturan khusus terkait tempat duduk dan jalur pengunjung. Wisatawan diminta mematuhi tanda larangan yang sudah dipasang dan tidak duduk sembarangan di area tertentu.
6. Pengunjung Tidak Diperkenankan Memakai Topi
Saat memasuki area keraton, wisatawan diminta melepas topi sebagai bentuk penghormatan kepada lingkungan kerajaan. Namun, penutup kepala seperti kerudung atau peci tetap diperbolehkan.
7. Dilarang Menyentuh Barang Bersejarah
Keraton Yogyakarta menyimpan banyak koleksi berusia tua yang memiliki nilai sejarah tinggi. Karena itu, pengunjung tidak diperbolehkan menyentuh benda-benda koleksi demi menjaga kondisi dan mencegah kerusakan.
Selama long weekend Mei 2026, wisatawan juga disarankan datang lebih pagi untuk menghindari antrean panjang, terutama di area wisata budaya yang biasanya ramai saat musim liburan. Dengan mematuhi aturan yang berlaku, pengalaman berkunjung ke Keraton Yogyakarta bisa terasa lebih nyaman sekaligus tetap menghormati nilai budaya yang dijaga turun-temurun.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!