Roby Tremonti Akui DM Suami Hesti, Tegaskan Tak Ada Ancaman
JAKARTA, GENVOICE.ID - Aktor Roby Tremonti akhirnya buka suara soal tudingan ancaman terhadap presenter Hesti Purwadinata yang belakangan ramai diperbincangkan.
Ia mengakui pernah mengirim direct message kepada Edo Borne, suami Hesti, namun menegaskan pesan tersebut sama sekali tidak bernada teror atau intimidasi.
Roby mengirimkan pesan itu setelah mengetahui Hesti memberikan dukungan moral kepada Aurelie Moeremans, yang baru saja merilis buku memoar berjudul Broken Strings. Buku tersebut mengangkat pengalaman pahit Aurelie sebagai korban grooming sejak usia remaja dan langsung menyedot perhatian publik.
Saat ditemui di kediamannya di kawasan Citeureup, Bogor, Selasa (13/1/2026), Roby memperlihatkan langsung bukti DM yang ia kirimkan kepada Edo pada 6 Januari 2026. Dalam pesan itu, Roby menyampaikan kegelisahannya atas opini publik yang menurutnya mengarah kepadanya, meski namanya tidak disebut secara eksplisit dalam buku tersebut.
"Di buku itu benar-benar enggak mention gamblang nama gue, tapi penggiringan opininya sepenuhnya ke gue. Kalau memang sampai peak, gue akan bawa ke jalur hukum, Bro," tulis Roby dalam DM tersebut.
Pesan itu tak mendapat respons. Dua hari kemudian, Roby kembali mencoba menghubungi Edo melalui WhatsApp setelah memperoleh nomor kontaknya. Namun, upaya tersebut kembali tak berbalas.
Roby mengaku wajar jika dirinya merasa tersinggung. Ia menyebut Hesti bukan orang asing baginya karena pernah bekerja bersama dan saling mengenal secara personal.
"Wajar saya merasa sakit hati. Hesti tahu orangnya, pernah syuting bareng dan kenal, lalu memvalidasi pernyataan seperti 'aku berharap dia tidak pernah lagi diberi panggung'," ucap Roby.
Karena tak kunjung mendapat jawaban, Roby mengirimkan pesan lanjutan. Dalam pesan tersebut, ia menyebut akan mempertimbangkan jalur hukum jika memang diperlukan.
"Oke Do, gue udah berusaha menjangkau kalian berdua, tapi kelihatannya memang tidak direspons. Gue tunggu 1x24 jam ya Bro, kalau memang tidak ada respons jadi gue tahu mesti menempuh jalur hukum apabila diperlukan," tulisnya.
Roby menegaskan frasa "apabila diperlukan" sama sekali bukan ancaman. Menurutnya, kalimat tersebut disampaikan secara jelas, terukur, dan sesuai kaidah bahasa.
"Digarisbawahi ya, bukan berarti saya pasti ke jalur hukum. Tapi apabila diperlukan. Dengan EYD yang sangat jelas," katanya.
Ia juga menekankan bahwa bahasa yang digunakan dalam pesan-pesannya sangat sopan, bahkan disertai emoji tangan menyembah sebagai bentuk respek. Roby membantah keras tudingan bahwa dirinya mengintimidasi Hesti maupun Edo.
Sebelumnya, isi pesan WhatsApp Roby kepada Edo sempat diunggah oleh Aurelie Moeremans melalui saluran Broken Strings Circle di Instagram. Aurelie menjelaskan alasan dirinya berhenti me-repost dukungan dari rekan artis karena adanya dugaan ancaman yang menyasar orang-orang di sekitarnya.
"Aku pernah repost story Teh Hesti. Setelah itu, sampai sekarang Teh Hesti dan suaminya masih terus diancam. Dari DM sampai WhatsApp," tulis Aurelie.
Menurut Aurelie, meski pesan-pesan tersebut tidak digubris, situasinya tetap membuat tidak nyaman. Ia pun memilih berhenti membagikan dukungan publik demi melindungi orang-orang yang berdiri di sampingnya.
Di tengah polemik yang berkembang, Hesti Purwadinata tetap menunjukkan dukungannya kepada Aurelie. Melalui akun Threads pribadinya, Hesti menegaskan akan terus berada di pihak sang sahabat, apa pun risikonya.
Ia juga mengungkapkan kekesalannya terhadap praktik grooming yang dialami Aurelie dan menyebut tak seharusnya ada siapa pun yang mengalami perlakuan sekejam itu. Dukungan tersebut mengalir bersamaan dengan doa untuk kesehatan Aurelie, yang kini tengah menjalani masa kehamilan.
Sementara itu, buku Broken Strings sendiri terus menjadi sorotan publik. Memoar tersebut dirilis dalam bahasa Indonesia dan Inggris serta dapat diakses secara gratis. Sejak kisahnya terungkap, dukungan untuk Aurelie pun terus berdatangan dari berbagai kalangan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!