Sabar/Reza Tumbang di Perempat Final Hong Kong Open 2025, Tempo Permainan Jadi Biang Kekalahan

Sabar/Reza Tumbang di Perempat Final Hong Kong Open 2025, Tempo Permainan Jadi Biang Kekalahan
- (Dok. ANTARA).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, perjuangan wakil ganda putra Indonesia di ajang Hong Kong Open 2025 harus terhenti di babak perempat final. Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani gagal melangkah lebih jauh setelah dikalahkan wakil Taiwan, Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee, dalam dua gim langsung. Bermain di Hong Kong Coliseum pada Jumat (12/9/2025), laga berakhir dengan skor 21-23 dan 17-21.

Sejak awal pertandingan, tempo cepat yang dimainkan pasangan Taiwan langsung bikin Sabar/Reza kewalahan. Mereka beberapa kali mencoba mengambil alih permainan, tapi justru sering melakukan kesalahan sendiri. Situasi itu dimanfaatkan lawan untuk terus menekan dan meraup poin penting.

Reza sendiri mengakui kekalahan mereka tidak lepas dari kegagalan dalam menjaga ritme permainan. "Tadi mereka temponya lebih nyepetin dibanding kami dan kami juga tadi banyak melakukan kesalahan sendiri. Jadi mungkin banyak poinnya mereka dari neken kami. Akhirnya kami jadi panik dan mati sendiri," ujar Reza dalam keterangan PBSI.

Senada dengan partnernya, Sabar menambahkan bahwa fokus di poin-poin krusial masih menjadi PR besar bagi mereka. "Kami harus jauh lebih sabar jauh lebih kontrol lagi, dikurangi mati-mati sendirinya dan di poin akhir ketika udah leading kami harus lebih fokus lagi," ungkapnya.

Kekalahan ini juga menambah catatan minor bagi Sabar/Reza. Dari empat kali bertemu pasangan Fang bersaudara asal Taiwan tersebut, mereka sudah menelan tiga kali kekalahan. Statistik itu jelas menunjukkan bahwa lawan sudah lebih siap dan tahu betul bagaimana cara menekan permainan ganda putra Indonesia ini.

Dengan hasil ini, langkah Sabar/Reza otomatis terhenti di perempat final sekaligus mengakhiri perjalanan sektor ganda putra Indonesia di turnamen Hong Kong Open 2025. Meski begitu, keduanya menegaskan akan belajar banyak dari hasil ini, terutama soal menjaga konsistensi, mengurangi error, serta lebih tenang saat berada di poin-poin akhir yang krusial.

Buat Gen yang mengikuti kiprah bulutangkis Indonesia, hasil ini memang bikin kecewa, tapi juga jadi alarm penting bahwa kesiapan mental dan kontrol tempo mutlak dibutuhkan di level turnamen besar.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE