Taylor Townsend Ungkap Dua Perubahan Besar yang Ingin Ia Lihat di Dunia Tenis

Taylor Townsend Ungkap Dua Perubahan Besar yang Ingin Ia Lihat di Dunia Tenis
- (Dok. Town & Country Magazine).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Taylor Townsend tengah berada di puncak sorotan. Petenis asal Amerika Serikat ini tampil menonjol di US Open 2025, turun di nomor tunggal, ganda, hingga ganda campuran. Meski gagal meraih gelar, perjalanan Townsend semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu figur paling vokal di olahraga tenis. Kini, ia mengungkap dua perubahan penting yang menurutnya perlu dilakukan demi memajukan cabang olahraga ini.

Perjalanan Townsend di New York cukup dramatis. Ia sempat bersitegang dengan Jelena Ostapenko di babak kedua tunggal, sebelum akhirnya terhenti di putaran keempat usai kalah dari Barbora Krejcikova lewat duel tiga set. Di sektor ganda, ia bersama Katerina Siniakova melaju hingga final, meski harus puas menjadi runner-up. Namun, di luar hasil pertandingan, kehadirannya mencuri perhatian berkat sikap terbuka terhadap isu-isu dalam dunia tenis.

Dalam wawancaranya di podcast The Pivot, Townsend menyoroti masalah pertama: ekspektasi soal etika dan cara berperilaku di lapangan. "Saya rasa, tenis masih terlalu kaku dengan aturan tidak tertulis soal harus selalu sopan, harus minta maaf bahkan ketika tidak tulus," ujarnya. Townsend menilai, ekspresi selebrasi semestinya dianggap bagian dari budaya olahraga, sama seperti di sepak bola atau basket. Ia mencontohkan Ben Shelton-rekannya sesama pemain muda AS-yang kerap merayakan poin besar dengan gaya ekspresif, sesuatu yang justru bisa membuat tenis lebih hidup dan relevan dengan generasi baru.

Perubahan kedua yang diusulkan Townsend berhubungan dengan status ganda. Saat ini ia adalah petenis nomor satu dunia di sektor ganda putri dengan dua gelar Grand Slam di tangan. Namun, ia merasa nomor ganda masih sering dipandang sebelah mata. "Banyak yang menganggap ganda lebih mudah, padahal faktanya membutuhkan keterampilan berbeda yang sama menantangnya dengan tunggal," tegasnya. Townsend berharap penggemar, media, hingga federasi bisa memberi penghargaan yang setara untuk nomor ini.

Dengan rekam jejak tujuh final Grand Slam-dua kali juara dan lima kali runner-up-Townsend membuktikan dirinya bukan hanya pemain tangguh, tapi juga suara penting untuk perubahan. Ketika tenis global tengah mencari cara agar tetap relevan di era baru, usulannya bisa jadi kunci agar olahraga ini lebih inklusif, ekspresif, dan menghargai semua disiplin di dalamnya.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE