Tips Olahraga Saat Puasa, Rahasia Tetap Bugar dan Nggak Gampang Loyo Selama Ramadan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Siapa bilang kalau lagi puasa kita harus stop total dari aktivitas fisik dan cuma rebahan seharian sampai beduk maghrib tiba? Banyak orang mikir kalau olahraga pas perut kosong itu ide buruk yang cuma bikin badan makin lemas dan haus nggak tertahankan. Padahal, menjauhi olahraga selama sebulan penuh justru bisa jadi bumerang buat kesehatan kita sendiri karena tingkat kebugaran tubuh bakal merosot tajam.
Kita sering merasa sayang sama energi yang tersisa, padahal tubuh sebenarnya punya mekanisme adaptasi yang luar biasa kalau kita tahu celahnya. Rahasianya bukan di seberapa berat beban yang kita angkat atau seberapa jauh kita lari, tapi tentang bagaimana kita mengatur taktik yang cerdas biar keringat tetap keluar tanpa bikin puasa kita jadi taruhannya. Di tengah cuaca yang kadang nggak menentu, menjaga kondisi fisik tetap prima itu wajib banget supaya ibadah juga makin lancar dan nggak gampang kena penyakit, nih Gen.
Kabar baik datang dari pakar kesehatan, dr. Andhika Raspati, Sp.KO, yang merupakan dokter spesialis kedokteran olahraga. Beliau menegaskan kalau tetap aktif secara fisik itu penting banget meski asupan makan dan minum kita lagi dibatasi. Menurut beliau, berhenti olahraga malah bikin badan kita jadi nggak fit dan kaku. Tapi, beliau juga nggak menyarankan kita buat langsung gas pol kayak hari-hari biasa tanpa ada perhitungan yang matang, nih Gen.
"Ketika kita ingin tetap aktif. Pasti ada penyesuaian strateginya," kata Andhika dilansir dari RRI.
Waktu Terbaik Buat Gerakin Badan Tanpa Takut Dehidrasi
Memilih jam yang pas buat latihan itu krusial banget buat menjaga keseimbangan energi. Dr. Andhika memberikan dua opsi waktu favorit yang bisa kalian sesuaikan sama jadwal masing-masing. Pertama, kalian bisa olahraga di pagi hari tepat setelah sahur. Kenapa? Karena saat itu tubuh masih punya "tabungan" energi dari makanan dan minuman yang kalian konsumsi sebelum imsak. Tapi ingat, tantangan terbesarnya adalah dehidrasi. Jadi, kalian disarankan buat latihan ringan di tempat yang adem.
"Kalau mau latihan pagi, hindari latihan yang menguras banyak keringat, misalnya nge-gym di ruangan ber-AC," jelas Andhika. Jadi, kuncinya adalah jangan sampai cairan tubuh kalian terkuras habis sementara matahari baru saja terbit.
Opsi kedua yang paling populer adalah sore hari pas lagi nunggu waktu berbuka alias ngabuburit. Walaupun energi kita sudah di titik terendah karena sudah seharian menahan lapar, keuntungan olahraga di waktu ini adalah kalian bisa langsung makan begitu selesai latihan. Tapi, dr. Andhika mengingatkan banget buat jangan terlalu ambisius di waktu sore, terutama pas minggu pertama puasa karena tubuh kita masih butuh waktu buat beradaptasi dengan pola baru.
"Jangan yang terlalu eksplosif, karena kadar gula sudah habis sepanjang hari," tambahnya. Beliau menyarankan aktivitas yang santai-santai saja seperti jalan kaki sore atau lari tipis-tipis alias slow jogging.
Latihan Setelah Buka Puasa Sebagai Alternatif Aman
Kalau kalian ngerasa nggak sanggup latihan pas lagi puasa, masih ada opsi olahraga setelah berbuka. Ini dianggap paling aman buat urusan energi karena tenaga sudah terisi kembali. Syaratnya cuma satu: jangan kalap pas makan buka puasa. Perut yang terlalu penuh cuma bakal bikin kalian begah dan malas gerak.
"Mungkin sekadar minum jus untuk mengisi energi, dipakai salat Maghrib, lalu siap latihan," ungkap Andhika. Intinya, fleksibilitas itu nomor satu. Sesuaikan semua aktivitas dengan kemampuan tubuh kalian masing-masing biar kebugaran tetap terjaga tanpa harus merasa tersiksa.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!