Realme Balik ke Pangkuan Oppo Akhir dari Era Independen
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar mengejutkan datang dari industri smartphone. Merek Realme disebut-sebut akan kembali berada di bawah naungan Oppo dan berstatus sebagai submerek, menandai perubahan besar dalam struktur internal perusahaan yang selama ini dikenal agresif di pasar ponsel kelas menengah.
Laporan Gizchina yang dikutip dari situs teknologi China Leifeng menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi internal. Sumber perusahaan mengungkapkan bahwa Realme tidak lagi berdiri sebagai merek independen, melainkan akan diintegrasikan langsung ke dalam sistem manajemen Oppo.
Meski begitu, perubahan ini tidak serta-merta menggeser kepemimpinan. Pendiri sekaligus CEO Realme, Sky Li, tetap mempertahankan posisinya dan akan terus memimpin Realme sebagai submerek di bawah payung Oppo. Artinya, arah identitas dan strategi Realme masih berada di tangan figur yang sama, meskipun kini dengan struktur organisasi berbeda.
Dalam skema baru ini, Oppo akan berperan sebagai merek utama, sementara OnePlus dan Realme diposisikan sebagai submerek pelengkap. Ketiganya tetap memiliki pendekatan pemasaran masing-masing, tetapi berbagi sumber daya dan strategi global. Langkah ini dinilai sebagai upaya Oppo untuk merampingkan operasional sekaligus memperkuat daya saing di pasar internasional yang semakin ketat.
Bagi konsumen, perubahan tersebut disebut tidak akan berdampak pada lini produk. Semua perangkat Realme yang telah direncanakan tetap meluncur sesuai jadwal. Identitas Realme sebagai merek yang fokus pada spesifikasi agresif dengan harga kompetitif juga diklaim tetap dipertahankan.
Salah satu perubahan paling signifikan justru terjadi di balik layar. Realme akan diintegrasikan ke dalam sistem layanan purnajual Oppo, termasuk jaringan lebih dari 5.000 toko fisik yang tersebar di seluruh China. Integrasi ini diyakini dapat meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memperluas jangkauan dukungan konsumen.
Langkah restrukturisasi ini tak lepas dari perubahan besar di tubuh BBK Electronics. Grup yang sebelumnya menaungi Oppo, Vivo, OnePlus, iQOO, dan Realme sebagai entitas independen itu resmi dibubarkan pada 2023. Sejak saat itu, struktur perusahaan berubah dengan Oppo, vivo, dan imoo berdiri sebagai entitas terpisah.
Saat ini, Oppo dan Vivo menjadi kekuatan utama di segmen smartphone, sementara imoo memfokuskan diri pada pengembangan jam tangan pintar untuk anak-anak. Kembalinya Realme ke bawah naungan Oppo seolah menegaskan bahwa era merek-merek BBK yang sepenuhnya independen telah berakhir, digantikan oleh konsolidasi demi bertahan di tengah persaingan global yang semakin keras.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!