Stop! Ini 4 Tren Skincare yang Perlu Ditinggalkan di 2024
Meninggalkan tahun 2024, membawa banyak perubahan dalam dunia skincare (perawatan kulit) yang terus berkembang. Namun, beberapa tren lama yang dulu populer kini mesti mulai ditinggalkan karena kurang efektif, bahkan dianggap tidak ramah lingkungan atau merusak kulit.
Dilansir dari Vogue, salah satu tren yang mulai ditinggalkan adalah skincare dengan banyak tahapan. Tren 10 langkah perawatan wajah yang dulu dipopulerkan dari Korea kini dianggap tidak praktis dan bahkan berisiko membuat iritasi kulit.
Menurut konsultan dermatologis di Self London, Dr. Anjali Mahto, lebih menyarankan untuk melihat lebih jauh dari sekedar kemasan atau merek yang mengklaim 'bermutu medis', namun juga mendalami kualitas bahan dan formula dari skincare tersebut.
"Banyak produk yang dijual bebas sama efektifnya, dan terkadang lebih dapat ditoleransi, daripada produk yang berlabel bermutu medis. Pilihan perawatan kulit harus didasarkan pada sains, bukan sekedar populer," kata Dr. Mahto, dikutip dari Vogue, Selasa, (31/12).
Selain itu, produk dengan kandungan bahan-bahan yang tadinya sempat menjadi primadona, seperti retinol dan retinoid. Terbukti kedua bisa menjadi sangat efektif untuk mengatasi berbagai masalah kulit, mulai dari jerawat hingga proses penuaan.
Namun, seperti halnya semua perawatan kulit, tidak semua orang bisa cocok menggunakan bahan-bahan aktif tersebut. Tidak sedikit yang mengalami iritasi dan merasa tidak nyaman ketika menggunakannya.
"Retinoid memang bagus, tetapi tidak cocok untuk semua orang," lanjut Dr. Mahto menjelaskan.
Tidak hanya itu, bahan-bahan seperti argireline, yang dikenal sebagai peptida untuk membantu mengurangi garis-garis halus juga semakin populer. Namun, kata Dr. Mahto, klaim bahwa hasilnya akan sama seperti Botox tidaklah nyata.
"Botox bekerja dengan menghalangi sinyal saraf ke otot sehingga mengurangi kemampuan otot untuk berkontraksi," jelasnya seraya melanjutkan, "Efek seperti ini tidak mungkin dicapai hanya dengan produk perawatan kulit yang dioleskan."
Terakhir, beberapa influencer tahun lalu sempat mempopulerkan sunscreen atau tabir surya buatan sendiri (biasa disebut DIY). Padahal, tabir surya memerlukan formulasi yang tepat guna memastikan perlindungan kulit yang konsisten.
"Tabir surya buatan sendiri tidak hanya tidak efektif, tetapi juga sangat berbahaya. Jangan korbankan kesehatan anda dengan solusi buatan sendiri," tegas Dr. Mahto.
Memasuki awal baru tahun 2025, menjadikan momen bagi kamu untuk lebih bijak dalam memilih perawatan kulit yang efektif dan sederhana. Jadi, sudah siap meninggalkan tren lama dan menyambut cara baru merawat kulit?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!