Efek Harga Pertamax Meroket, Akankah Pengendara Beralih ke Kendaraan Listrik?

Efek Harga Pertamax Meroket, Akankah Pengendara Beralih ke Kendaraan Listrik?
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kenaikan harga Pertamax yang menembus angka Rp16.250 per liter dan Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter benar-benar sukses membuat para pemilik kendaraan konvensional pusing tujuh keliling.

Menariknya, lonjakan harga bahan bakar minyak nonsubsidi ini langsung memicu pembahasan hangat di tengah masyarakat, di mana isu transisi ke kendaraan listrik kembali menjadi sorotan utama.

Putra Adhiguna selaku Managing Director Energy Shift Institute menilai bahwa meroketnya harga BBM nonsubsidi ini pasti akan menimbulkan efek domino yang besar di masyarakat. Menurutnya, selisih harga yang mencapai Rp5.000 sampai Rp6.000 per liter dibandingkan dengan Pertalite sangat signifikan bagi dompet banyak orang, sehingga ada potensi besar sebagian konsumen akan beralih mengantre BBM bersubsidi.

Namun di balik kehebohan ini, situasi tersebut dinilai menjadi pengingat penting bahwa harga minyak dunia akan terus naik turun dalam jangka panjang karena ketergantungan global pada kawasan Timur Tengah yang penuh risiko konflik. Oleh karena itu, salah satu opsi paling rasional untuk mengamankan pengeluaran bulanan jangka panjang adalah dengan mulai pelan-pelan bergeser ke kendaraan listrik.

Biaya operasional untuk pengisian daya listrik diklaim jauh lebih stabil dan tidak gampang melonjak drastis hingga puluhan persen layaknya minyak bumi. Meskipun harga listrik bisa saja naik, pergerakannya tidak akan se-ekstrem bahan bakar fosil yang sangat sensitif terhadap tekanan global.

Walaupun kendaraan listrik menjadi solusi masa depan yang menjanjikan, tantangan besar masih ada pada kebijakan insentif dan penurunan pajak dari pemerintah agar harga unitnya bisa lebih murah. Untuk solusi jangka pendek saat ini, masyarakat disarankan untuk mulai melakukan efisiensi dalam penggunaan kendaraan pribadi atau beralih memanfaatkan transportasi publik demi menyelamatkan tabungan dari dampak kenaikan harga bensin.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE