Berat Badan Turun Drastis Padahal Lagi Gak Diet, Waduh Kenapa Tuh?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kalau berat badan kamu tiba-tiba turun drastis tanpa niat diet atau olahraga ekstra, jangan disepelekan, Gen. Bisa jadi itu tanda ada gangguan di tubuh, mulai dari masalah pencernaan, hormon, sampai yang serius kayak kanker. Makanya, penting banget cari tahu penyebabnya.
Kapan Harus Waspada?
Biasanya, penurunan berat badan dianggap mencurigakan kalau kamu kehilangan 4,5-5 kg, atau lebih dari 5% dari berat badan awal kamu dalam waktu 6-12 bulan. Misal kamu awalnya 70 kg, lalu tiba-tiba jadi 66 kg padahal nggak sedang diet. Nah, itu sudah red flag.
Penyebab Umum Berat Badan Turun Drastis
-
Masalah Hormon
Gangguan hormon kayak hipertiroid atau diabetes bisa bikin metabolisme kacau dan berat badan melorot tanpa alasan jelas. -
Penyakit Kronis
Penyakit kayak gagal jantung, gagal ginjal, atau gagal hati bisa bikin kamu kehilangan nafsu makan. Akibatnya, berat badan turun terus. Beberapa penyakit lain seperti autoimun dan PPOK juga bisa memicu hal yang sama. -
Masalah di Saluran Pencernaan
Luka di lambung, radang usus, pankreatitis, atau gangguan penyerapan nutrisi seperti celiac disease bisa jadi penyebab kamu terus kehilangan berat badan. -
Infeksi Berat
Penyakit kayak TBC, HIV/AIDS, dan infeksi cacing bisa bikin badan kurus karena tubuh nggak bisa menyerap nutrisi dengan baik. -
Kanker
Beberapa jenis kanker, seperti kanker usus, paru-paru, pankreas, atau limfoma, sering kali ditandai dengan penurunan berat badan yang drastis di awal. -
Masalah Gigi dan Mulut
Walaupun nggak langsung bikin berat badan turun, sakit gigi, sariawan, atau radang gusi bisa bikin kamu malas makan karena ngunyah jadi sakit. -
Efek Samping Obat
Beberapa obat, terutama kemoterapi punya efek samping berupa mual atau hilang nafsu makan. Akibatnya, berat badan pun ikut turun. Penyalahgunaan narkoba dan alkohol juga bisa bikin tubuh menyusut nggak sehat. -
Gangguan Saraf
Penyakit kayak Parkinson atau Alzheimer bisa menyebabkan berat badan turun pelan-pelan karena penderitanya kesulitan makan atau melakukan aktivitas sehari-hari.
Lalu Gimana Cara Mengatasinya?
Yang paling penting, tentu saja cari tahu penyebabnya. Biasanya dokter bakal periksa kondisi fisik, status gizi, dan mungkin juga tes tambahan. Setelah ketahuan penyebabnya, penanganan akan disesuaikan.
Selain itu, memperbaiki asupan nutrisi juga penting banget. Dokter gizi bisa bantu kamu atur menu makan, jumlah kalori, bahkan kasih suplemen kalau perlu.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!