Detik-Detik Mencekam: Astronaut Artemis 2 Siap Terjang Atmosfer Bumi dengan Kecepatan 38.000 Km/Jam Hari Ini!

Pertaruhan Nyawa di Ketinggian 120 Km: Menembus Batas Kecepatan Suara

Detik-Detik Mencekam: Astronaut Artemis 2 Siap Terjang Atmosfer Bumi dengan Kecepatan 38.000 Km/Jam Hari Ini!
Artemis 2 NASA. - (Dok. NASA).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Misi Artemis 2 NASA segera memasuki tahap akhir yang menegangkan pada 10 April 2026.

Kapsul Orion dijadwalkan menembus atmosfer Bumi dengan kecepatan mencapai 38.000 km/jam, membawa empat astronaut pemberani kembali ke Samudra Pasifik.

Menghadapi tantangan suhu ekstrem dan masalah heat shield dari misi sebelumnya, NASA telah menyiapkan strategi re-entry khusus untuk memastikan keselamatan kru.

Simak ulasan lengkap mengenai detik-detik kepulangan astronaut Artemis 2 dan persiapan tim penyelamat dalam misi bersejarah menuju Bulan ini.

Kecepatan Ekstrem dan Suhu Mematikan

Pada ketinggian sekitar 120 km di atas permukaan laut, kapsul Orion akan menghantam atmosfer dengan kecepatan luar biasa, yakni sekitar 38.367 km/jam (23.840 mph).

Gesekan yang terjadi akan meningkatkan suhu di sekitar kapsul hingga mencapai 2.760 derajat Celsius. Suhu ekstrem ini akan menciptakan selubung plasma yang memicu bola api di luar jendela kapsul, sekaligus memutus komunikasi sementara dengan pusat kendali di Bumi.

Perubahan Strategi Akibat Masalah Heat Shield

Belajar dari pengalaman misi uncrewed Artemis 1 pada akhir 2022 lalu, NASA telah melakukan penyesuaian strategi re-entry. Pada misi sebelumnya, pelindung panas (heat shield) mengalami kerusakan akibat gas yang terperangkap di dalam material Avcoat.

Untuk meminimalisir risiko bagi kru Artemis 2, Orion akan masuk ke atmosfer dengan sudut yang lebih curam. Strategi ini diambil untuk mengurangi durasi kapsul terpapar suhu tinggi, guna mencegah kerusakan pada 186 blok pelindung panas yang melapisi bagian bawah kapsul.

Skenario Pendaratan: 11 Parasut dan Splashdown

Proses pendaratan akan dikendalikan oleh sistem canggih yang melibatkan 11 parasut dalam beberapa tahap:

  1. Ketinggian 8.000 meter: Tiga parasut penutup dilepaskan.

  2. Ketinggian 7.600 meter: Dua parasut drogue besar dikembangkan untuk stabilisasi.

  3. Ketinggian 2.900 meter: Tiga parasut utama berukuran raksasa (diameter 35 meter) dilepaskan untuk memperlambat kecepatan jatuh hingga di bawah 32 km/jam.

Jika semua berjalan sesuai rencana, kapsul Orion dijadwalkan akan jatuh di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, pada pukul 20:07 EDT (Sabtu pukul 07:07 WIB).

Tim penyelamat dari Angkatan Laut AS (USS John P. Murtha) telah bersiap untuk mengevakuasi para pahlawan angkasa ini. Keberhasilan misi ini akan menjadi pembuka jalan bagi pendaratan kembali manusia di Bulan pada misi Artemis 4 di tahun 2028 mendatang.

Pendaratan Artemis 2 bukan sekadar akhir dari sebuah misi, melainkan tonggak sejarah baru dalam eksplorasi ruang angkasa manusia.

Keberhasilan sistem navigasi dan perlindungan panas kapsul Orion hari ini akan menjadi jaminan keamanan bagi misi-misi masa depan yang lebih ambisius.

Mari kita nantikan momen splashdown yang akan membawa kemajuan besar bagi ilmu pengetahuan dunia. Sudah siapkah Anda menyaksikan sejarah ini tercipta kembali?

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE