Poltekkes Bandung Bantah Mahasiswinya Terlibat dalam Video Asusila yang Viral
JAKARTA, GENVOICE.ID - Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Bandung memberikan klarifikasi terkait beredarnya video asusila yang dikaitkan dengan mahasiswi kampus tersebut. Pihak institusi menegaskan bahwa sosok perempuan dalam rekaman yang ramai diperbincangkan di media sosial itu bukan mahasiswi mereka.
Klarifikasi disampaikan melalui akun Instagram resmi @polkesbandung menyusul munculnya narasi yang menghubungkan video tersebut dengan identitas kampus. Dalam pernyataannya, Poltekkes Kemenkes Bandung menyebut telah melakukan penelusuran dan verifikasi terhadap rekaman yang beredar.
Hasil pemeriksaan internal tersebut menunjukkan bahwa atribut pakaian yang dikenakan perempuan dalam video tidak sesuai dengan seragam resmi mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bandung.
"Desain seragam, bentuk dan tata letak logo, serta identitas visual lainnya yang terlihat dalam video tersebut sama sekali tidak merepresentasikan seragam dan atribut resmi mahasiswa/i Poltekkes Kemenkes Bandung," demikian pernyataan pihak kampus.
Sebelumnya, video tersebut menjadi perhatian publik di Bandung setelah beredar melalui sebuah situs dewasa yang dilaporkan hanya dapat diakses menggunakan VPN. Berdasarkan laporan detikJabar, rekaman berdurasi sekitar 13 menit itu menampilkan dua orang yang melakukan hubungan intim dan diunggah pada Minggu (4/10/2026).
Dalam video tersebut, perempuan yang terlihat mengenakan pakaian putih memiliki atribut bertuliskan "KEMENKES" di bagian dada kiri. Atribut inilah yang kemudian memunculkan dugaan keterkaitan dengan institusi pendidikan kesehatan tersebut.
Poltekkes Kemenkes Bandung menyayangkan beredarnya video yang dinilai tidak benar dan berpotensi merugikan nama baik institusi. Pihak kampus juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan rekaman maupun informasi yang belum terverifikasi.
Menurut pihak kampus, penyebaran konten dan informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan dampak negatif serta berpotensi melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Institusi tersebut menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas kampus dan mendorong penyebaran informasi yang akurat serta bertanggung jawab.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, Poltekkes Kemenkes Bandung meminta masyarakat merujuk pada klarifikasi resmi yang telah dipublikasikan melalui akun media sosialnya. Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai penanganan kasus ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!