Viral di Internet! Bos Petronas Minta Maaf Usai Ikut Selebrasi Sampanye di F1 Singapura
JAKARTA, GENVOICE.ID - Bos besar Petronas, Tengku Muhammad Taufik Tengku Aziz, menjadi sorotan publik setelah aksinya ikut menyemprotkan sampanye di podium Grand Prix (GP) Formula 1 Singapura viral di media sosial. Aksi tersebut menuai kontroversi di Malaysia, terutama karena dirinya dikenal sebagai seorang Muslim dan pemimpin perusahaan milik negara.
Tengku Muhammad Taufik, yang menjabat sebagai Presiden sekaligus Group CEO Petronas, terlihat bergabung dalam perayaan kemenangan tim Mercedes-AMG Petronas Formula One di podium, Minggu (5/10/2025). Dalam momen itu, ia berdiri di samping pembalap George Russell-yang finis di depan Max Verstappen (Red Bull) dan Lando Norris (McLaren)-dan tampak ikut menyemprotkan sampanye sebagai bagian dari tradisi kemenangan Formula 1.
Setelah videonya ramai dibahas di media sosial, Tengku Muhammad Taufik menyampaikan permintaan maaf resmi pada Selasa (7/10). "Saya mengakui bahwa luapan kegembiraan saya yang spontan mungkin kurang tepat," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip dari New Straits Times, Kamis (9/10). Ia menegaskan tidak mengonsumsi alkohol, namun menyadari bahwa sebagai seorang Muslim, ia seharusnya lebih sensitif terhadap makna simbolik dari selebrasi tersebut.
"Saya ingin meminta maaf atas segala ketidaknyamanan yang mungkin timbul dan bertanggung jawab penuh atas tindakan saya," tambahnya.
Petronas, perusahaan energi nasional Malaysia, telah menjadi sponsor utama dan mitra teknis tim Mercedes-AMG Petronas Formula One sejak 2010. Tradisi penyemprotan sampanye di podium sendiri sudah menjadi bagian resmi dari seremoni Formula 1 sejak era 1960-an.
Namun, insiden ini menimbulkan reaksi keras dari sebagian publik Malaysia. Kepala bidang informasi Partai Islam Se-Malaysia (PAS), Fadhli Shaari, menilai tindakan tersebut tidak pantas. "Meskipun minuman itu mungkin non-alkohol, sebaiknya tidak ikut dalam selebrasi seperti itu karena secara umum podium identik dengan alkohol," tulisnya di Facebook.
Di sisi lain, sejumlah warganet menganggap kritik yang muncul terlalu berlebihan dan menilai bahwa tindakan Tengku Muhammad Taufik hanyalah bentuk spontanitas perayaan kemenangan tim.
Kontroversi ini muncul di tengah meningkatnya perhatian pemerintah Malaysia terhadap etika publik para pejabat dan pimpinan BUMN. Dalam waktu hampir bersamaan, Perdana Menteri Anwar Ibrahim juga menegur Menteri Pariwisata Tiong King Sing terkait penyajian alkohol di acara resmi pemerintah.
Kementerian Pariwisata Malaysia pun menegaskan akan memperketat pedoman penyelenggaraan acara agar lebih sesuai dengan norma dan nilai masyarakat Malaysia.
Insiden ini menjadi pengingat bagi figur publik di Malaysia untuk berhati-hati dalam setiap tindakan yang berpotensi disalahartikan, terutama di era media sosial yang begitu cepat menyebarkan sorotan publik.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!