GERD Sering Kambuh? Ini 4 Makanan yang Dapat Membantu Meredakan Gejalanya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Refluks asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari nyeri ulu hati hingga sensasi terbakar di dada yang mengganggu aktivitas. Meski obat-obatan kerap digunakan untuk mengendalikan gejala, para ahli menilai penanganan GERD juga perlu disertai perubahan pola hidup dan kebiasaan makan.
Nicé Bertha Toriz, ahli gastroenterologi di MNGI Digestive Health sekaligus juru bicara American Gastroenterological Association (AGA), menjelaskan bahwa respons setiap orang terhadap pengobatan bisa berbeda. Karena itu, AGA merekomendasikan pendekatan yang lebih personal, termasuk menjaga berat badan, memperbaiki pola makan, menerapkan gaya hidup sehat, dan mengelola stres.
Selain menghindari makanan yang dapat memicu refluks, seperti makanan tinggi lemak atau pedas, beberapa jenis makanan justru dinilai dapat membantu mengurangi gejala GERD jika dikonsumsi secara rutin.
Makanan tinggi serat
Asupan serat yang cukup dikaitkan dengan risiko refluks asam yang lebih rendah karena membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama. Kondisi ini juga membantu mengontrol berat badan, yang berperan penting dalam mengurangi tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah.
Menurut Amy Bragagnini, penambahan berat badan, terutama di area perut, dapat meningkatkan tekanan pada katup antara lambung dan kerongkongan sehingga memicu naiknya asam lambung. Serat juga mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus yang membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.
Makanan bersifat alkali
Makanan dengan tingkat keasaman rendah atau bersifat alkali meliputi sayuran, kentang, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta buah-buahan nonjeruk. Walaupun penelitian mengenai manfaat langsung makanan alkali terhadap GERD masih terus berkembang, pola makan seperti ini dinilai baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Susu dan yogurt
Susu maupun yogurt dapat memberikan sensasi sejuk di mulut dan tenggorokan ketika gejala muncul. Yogurt juga mengandung probiotik yang bermanfaat menjaga keseimbangan mikroorganisme di saluran pencernaan. Namun, bagi orang yang sensitif terhadap makanan berlemak, susu rendah lemak atau tanpa lemak lebih disarankan.
Makanan kaya air
Makanan seperti mentimun, selada, dan semangka membantu membersihkan sisa asam yang naik ke kerongkongan sekaligus menjaga tubuh tetap terhidrasi. Selain rendah kalori, makanan kaya air juga membantu menjaga berat badan tetap ideal, yang menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko GERD kambuh.
Meski demikian, efektivitas setiap jenis makanan dapat berbeda pada masing-masing orang. Jika gejala refluks asam lambung sering muncul, semakin berat, atau tidak membaik meski telah mengubah pola makan dan gaya hidup, konsultasi dengan tenaga medis tetap diperlukan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!