Kepala Federasi Sepak Bola Kongo Diduga Tilep Dana FIFA, Hampir Rp21 Miliar Raib
JAKARTA, GENVOICE.ID - Jean-Guy Blaise Mayolas, Ketua Federasi Sepak Bola Republik Kongo (Fecofoot), tengah menghadapi tuduhan serius terkait penggelapan dana FIFA senilai sekitar $1,3 juta atau setara Rp21 miliar. Dana tersebut termasuk bantuan hampir $500.000 yang semestinya digunakan untuk mendukung tim nasional wanita Kongo.
Mayolas bersama Sekretaris Jenderal Fecofoot, Badji Mombo Wantete, disebut-sebut memanfaatkan sejumlah perusahaan fiktif untuk menyedot dana hibah dari FIFA sejak menjabat pada 2018. Keduanya membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai "rekayasa politik".
Kasus ini terungkap setelah seluruh ketua klub sepak bola wanita di Kongo menandatangani surat kepada pemerintah yang mengklaim bahwa dari $500.000 bantuan FIFA pada 2021, hanya $20.000 yang benar-benar disalurkan ke lapangan.
Mayolas juga dituduh menggelapkan dana sebesar $800.000 yang dialokasikan untuk pembangunan pusat pelatihan nasional di Ignié. Proyek tersebut telah mangkrak selama delapan tahun dan kini dalam kondisi tak terurus.
"Semuanya diam, dan tak ada perkembangan. Orang-orang bingung ke mana dana itu menghilang," ujar sumber anonim dari internal federasi.
Baik Mayolas maupun Wantete belum memberikan keterangan kepada media. Ini bukan kali pertama mereka tersandung masalah. Pada 2015, FIFA pernah menjatuhkan sanksi larangan enam bulan kepada keduanya atas kasus gratifikasi saat Mayolas menjabat sebagai wakil presiden.
Pada Februari 2025, Kementerian Olahraga Kongo sempat menskors Mayolas atas dugaan penipuan. Namun, FIFA kemudian menangguhkan keikutsertaan Kongo dalam kompetisi internasional dengan alasan "intervensi pihak ketiga". Akibatnya, Kongo batal berlaga dalam dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Tanzania dan Zambia-yang langsung dinyatakan kalah 0-3.
Larangan itu akhirnya dicabut pada Mei setelah Fecofoot diizinkan kembali mengelola kantor pusatnya di Brazzaville. Meski begitu, Mayolas dan Wantete dicegah menghadiri Kongres FIFA di Paraguay dan ditangkap tak lama kemudian.
Menurut laporan, Komite Etik FIFA telah mengunjungi Kongo pada Maret untuk menyelidiki kasus ini, meskipun hingga kini belum ada penyelidikan resmi yang diumumkan. Saat dimintai tanggapan, pihak FIFA memilih bungkam.
0 Comments
- Jenius atau Kebetulan? Keputusan Liam Rosenior yang Buat Chelsea Berhasil Comeback 3-2 Lawan West Ham
- Festival Musik di Meksiko Dibatalkan karena Insiden Fatal, 2 Orang Meninggal Dunia
- Michael B. Jordan Kunjungi Kedai In-N-Out Setelah Bawa Pulang Piala Oscar, Tradisi Unik atau Langkah Jitu untuk Viral?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!