Daftar 10 Kota Besar Paling Cepat Tenggelam Versi NASA, Jakarta Salah Satunya!
Ancaman Kenaikan Air Laut: Proyeksi NASA Hingga Akhir Abad
JAKARTA, GENVOICE.ID -Laporan terbaru dari NASA memperingatkan adanya ancaman serius bagi sejumlah wilayah pesisir, di mana Jakarta masuk dalam daftar sepuluh kota besar yang terancam tenggelam akibat krisis iklim global.
Fenomena kenaikan permukaan air laut yang dipicu oleh mencairnya es di kutub diprediksi akan mencapai hingga 1,8 meter pada akhir abad ini.
Jakarta menghadapi risiko ganda, yakni kenaikan air laut sekaligus penurunan permukaan tanah yang mencapai 17 cm per tahun.
Memahami daftar kota yang terancam tenggelam dan penyebab krisis ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan dampak pemanasan global yang kini mulai mengancam keberlangsungan infrastruktur dan tempat tinggal jutaan penduduk dunia.
Penyebab Utama Kenaikan Permukaan Laut
Fenomena ini dipicu oleh pemanasan global yang mempercepat pencairan es di kutub serta terjadinya ekspansi termal air laut.
Para ahli memproyeksikan adanya kenaikan muka air laut setinggi 0,9 hingga 1,8 meter pada tahun 2100. Hal ini berpotensi menyebabkan ratusan juta penduduk di wilayah pesisir kehilangan tempat tinggal mereka.
Jakarta: Kota dengan Laju Penurunan Tanah Tercepat
Jakarta masuk dalam daftar wilayah yang paling terancam. Sebagai ibu kota Indonesia, Jakarta menghadapi tantangan ganda:
-
Penurunan Permukaan Tanah: Tanah di Jakarta mengalami penurunan hingga 17 cm per tahun.
-
Kondisi Geografis: Terletak di dataran rendah yang dulunya rawa, serta dilintasi oleh 13 sungai besar yang bermuara ke Laut Jawa.
-
Dampak Nyata: Banjir besar tahun 2007 yang menelan 80 korban jiwa dan kerugian triliunan rupiah menjadi pengingat keras akan kerentanan ini. Kondisi ini pula yang menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah untuk memindahkan ibu kota ke Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
9 Kota Besar Dunia Lainnya yang Terancam
Selain Jakarta, berikut adalah daftar kota-kota di berbagai belahan dunia yang menghadapi ancaman serupa:
-
Alexandria, Mesir: Diprediksi 30% wilayahnya terendam pada 2050, mengancam 1,5 juta penduduk di kawasan Delta Nil.
-
Miami, AS: Sekitar 60% wilayah Miami-Dade County berpotensi tenggelam pada 2060 akibat posisi lahan yang sangat rendah dan masifnya pembangunan di tepi pantai.
-
Lagos, Nigeria: Sebagai kota terbesar di Afrika, Lagos mengalami penurunan tanah 3 inci per tahun dengan sistem drainase yang sudah tidak memadai.
-
Dhaka, Bangladesh: Terletak di delta sungai dan diperparah oleh penyedotan air tanah yang agresif, menyebabkan tanah turun setengah inci setiap tahun.
-
Yangon, Myanmar: Infrastruktur drainase yang buruk tidak mampu membendung gelombang pasang dan luapan sungai akibat perubahan iklim.
-
Bangkok, Thailand: Garis pantai Bangkok bergeser ke daratan sejauh satu kilometer setiap tahun. Dalam satu abad, sebagian besar kota diprediksi akan tenggelam.
-
Kolkata, India: Kota yang dibangun di atas endapan lumpur ini mengalami penurunan tanah ekstrem akibat pengambilan air tanah berlebihan dan ancaman siklon tropis.
-
Manila, Filipina: Aktivitas seismik gunung berapi Taal dan kerusakan hutan bakau membuat tanah tidak stabil. Manila tenggelam hingga 4 inci per tahun.
-
Guandong-Hong Kong-Makau, Tiongkok: Wilayah delta sungai Mutiara yang berawa ini terancam mengalami kenaikan permukaan air hingga 1,5 meter dalam seratus tahun ke depan.
Data ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keberlangsungan kota-kota metropolitan sangat bergantung pada kesehatan bumi.
Melindungi hutan bakau dan beralih ke gaya hidup ramah lingkungan adalah langkah kecil yang harus dilakukan secara masif untuk memperlambat laju kenaikan air laut demi menyelamatkan generasi mendatang dari kehilangan tempat tinggal.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!