Djokovic Tembus Perempat Final Shanghai Masters ke-11 Kalinya Meski Dilanda Cedera dan Kelelahan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Novak Djokovic berhasil melangkah ke perempat final Shanghai Masters untuk ke-11 kalinya setelah mengalahkan Jaume Munar dalam pertandingan tiga set yang berlangsung dramatis pada Selasa (7/10).
Meski mengalami cedera pergelangan kaki dan harus bertanding dalam kondisi cuaca yang sangat lembap, petenis Serbia itu menunjukkan daya juang luar biasa untuk menang 6-3, 5-7, 6-2.
Pertandingan berdurasi dua jam 40 menit itu berlangsung berat bagi Djokovic. Ia sempat meminta beberapa kali time-out medis karena masalah di pergelangan kaki kirinya. Selain itu, kelembapan udara yang mencapai lebih dari 82 persen membuat kondisi fisik Djokovic semakin tertekan. Ia beberapa kali muntah di sisi lapangan dan bahkan terjatuh setelah set kedua berakhir.
Namun, pengalaman dan mental juara Djokovic kembali terlihat saat memasuki set penentuan. Setelah kehilangan set kedua, ia mampu memanfaatkan kesalahan krusial dari Munar pada awal set ketiga. Saat kedudukan 0-0, 40/15, Munar gagal menyelesaikan sebuah smash yang seharusnya mudah dan justru melebar ke luar lapangan. Momentum ini dimanfaatkan Djokovic untuk mematahkan servis lawan dan mengendalikan permainan.
Djokovic tampil lebih agresif di set ketiga untuk mempersingkat reli dan mengurangi beban fisik. Berdasarkan data ATP, forehand Djokovic mencapai kualitas pukulan 9,6 dari skala maksimal 10 di set terakhir, dengan kecepatan rata-rata 84 mph. Statistik tersebut mencerminkan dominasi Djokovic dalam set penentuan.
Sistem penilaian pukulan ATP mengukur kualitas servis, pengembalian, forehand, dan backhand berdasarkan sejumlah variabel seperti kecepatan, putaran (spin), kedalaman, sudut, serta efek pukulan terhadap posisi lawan.
Dengan kemenangan ini, Djokovic mempertahankan rekor impresifnya di Shanghai, di mana ia telah mencapai perempat final dalam semua 11 penampilannya. Ia juga telah mengangkat trofi di turnamen ini sebanyak empat kali.
Saat ini, Djokovic tengah memburu gelar ATP Masters 1000 ke-41 dalam kariernya, yang akan memecahkan rekor. Ia belum meraih gelar Masters 1000 sejak terakhir kali menjuarai turnamen di Paris pada 2023. Awal tahun ini, ia harus mengakui keunggulan petenis muda asal Ceko, Jakub Mensik, di final Miami.
Djokovic, pemegang rekor tujuh gelar ATP Finals, kini menempati posisi ketiga dalam klasemen ATP Live Race to Turin 2025. Musim ini, ia mencatatkan rekor kemenangan 35-10.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!