TikTok Uji Fitur Retargeting Pengunjung Website Tanpa Tracking Pixel

TikTok Uji Fitur Retargeting Pengunjung Website Tanpa Tracking Pixel
- (Dok. Internet Matters).

JAKARTA, GENVOICE.ID - TikTok tengah menguji opsi pelacakan pengguna baru yang memungkinkan merek mengukur aktivitas di luar aplikasi, tanpa harus mengandalkan tracking pixel. Fitur ini diberi nama Engaged Session dan dirancang untuk membantu pengiklan menargetkan pengguna yang telah menunjukkan minat tinggi pada produk atau layanan mereka.

Mengacu pada laporan AdWeek, Engaged Session memungkinkan brand menargetkan orang yang menghabiskan setidaknya 10 detik di sebuah situs atau halaman penjual setelah mengklik iklan TikTok. Metrik yang disediakan mencakup Total Engaged Sessions dan Cost per Engaged Session, yang disebut TikTok selaras dengan analisis pihak ketiga seperti Google Analytics dan Adobe Analytics.

Konsepnya sederhana: jika pengguna mau meluangkan waktu menjelajahi halaman setelah klik, peluang mereka untuk melakukan pembelian lebih tinggi. Retargeting seperti ini bisa menjadi "dorongan tambahan" untuk mengubah minat menjadi transaksi nyata.

Meski begitu, langkah ini berpotensi menuai sorotan. TikTok selama ini pernah dikritik karena dianggap mengumpulkan data pengguna dalam jumlah besar. Meskipun mekanisme baru ini terbilang cukup "ringan" - hanya menggunakan informasi dasar untuk retargeting - sebagian pengguna mungkin tetap mempertanyakan sejauh mana perilaku online mereka dilacak.

Jika fitur ini resmi dirilis, Engaged Session akan tersedia di bawah tujuan iklan Traffic di TikTok Ads Manager, dan dapat digunakan di semua penempatan iklan. Untuk saat ini, fitur tersebut masih dalam tahap uji coba bersama mitra terpilih, dan belum ada jadwal peluncuran untuk publik.

TikTok sendiri menyatakan bahwa mereka rutin melakukan berbagai eksperimen untuk mengumpulkan masukan, namun tidak semua uji coba akan menjadi produk akhir. Artinya, Engaged Session masih bisa batal dirilis, tergantung hasil pengujian dan respons dari komunitas maupun mitra periklanan.

Di tengah persaingan platform media sosial yang makin sengit, retargeting berbasis perilaku seperti ini bisa menjadi senjata tambahan bagi brand untuk memaksimalkan konversi. Namun, keseimbangan antara efektivitas iklan dan privasi pengguna akan tetap menjadi ujian besar bagi TikTok jika fitur ini dilepas secara luas.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE