Waspada El Nino 2026: BMKG Prediksi Kemarau Datang Lebih Awal, Agustus Jadi Puncak Kekeringan

Fenomena El Niño 2026: Pemicu Kemarau Maju Lebih Awal

Waspada El Nino 2026: BMKG Prediksi Kemarau Datang Lebih Awal, Agustus Jadi Puncak Kekeringan
Ilustrasi musim kemarau. - (Dok. freepik.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait awal musim kemarau 2026 yang diperkirakan tiba lebih cepat dari rata-rata biasanya.

Fenomena ini dipicu oleh berakhirnya fase La Niña lemah menuju fase netral, dengan potensi berkembangnya El Niño pada pertengahan tahun yang dapat membuat cuaca menjadi lebih kering.

Lalu, kapan awal musim kemarau 2026 dimulai? BMKG merilis prediksi puncak musim kemarau yang diperkirakan jatuh pada Agustus mendatang.

Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diwaspadai:

1. Jadwal Awal Musim Kemarau Secara Bertahap

Berdasarkan data hingga 31 Maret 2026, musim kemarau akan masuk ke wilayah Indonesia secara bertahap mulai dari wilayah Timur:

2. Kondisi yang Lebih Kering dan Durasi Lebih Panjang

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa sekitar 64,5% wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami curah hujan di bawah normal. Selain itu, durasi kemarau tahun ini diperkirakan akan berlangsung lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga risiko kekeringan menjadi lebih tinggi.

3. Puncak Musim Kemarau pada Agustus 2026

Puncak kekeringan diprediksi akan terjadi secara serentak di mayoritas wilayah Indonesia pada Agustus 2026. Sekitar 58,7% daerah akan mengalami puncak kemarau yang datang lebih awal dari pola klimatologis normalnya.

4. Pengaruh Indeks ENSO dan Potensi El Niño

Hingga Juni 2026, indeks ENSO diprediksi masih berada pada fase netral. Namun, memasuki semester kedua tahun 2026, terdapat peluang sebesar 50-60% terbentuknya El Niño kategori lemah hingga moderat yang perlu diantisipasi oleh sektor pertanian dan manajemen sumber daya air.

Peringatan dari BMKG ini menjadi alarm bagi kita semua untuk mulai menghemat penggunaan air dan mengantisipasi dampak kekeringan pada sektor pangan.

Mengingat kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang, persiapan dini sangatlah krusial. Bagaimana kondisi cuaca di wilayah Anda saat ini? Apakah sudah mulai terasa lebih terik?

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE