Fakta yang Baru Terungkap! Kartini Ternyata Seorang Vegan

Fakta yang Baru Terungkap! Kartini Ternyata Seorang Vegan
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Raden Ajeng Kartini selama ini dikenal luas sebagai simbol perjuangan emansipasi perempuan di Indonesia. Pemikirannya tentang kesetaraan dan pentingnya pendidikan menjadikan sosoknya terus relevan hingga kini. Setiap tanggal 21 April pun diperingati sebagai Hari Kartini untuk mengenang dedikasinya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

Namun di balik gagasan besar tentang pendidikan dan kesetaraan, terdapat sisi lain Kartini yang belum banyak diketahui publik. Dalam kumpulan surat-surat pribadinya kepada sahabat di Eropa, Kartini pernah mengungkapkan pandangannya tentang pola hidup vegetarian-sebuah pemikiran yang terbilang cukup maju pada zamannya.

Dalam surat yang ditulis pada 27 Oktober 1902 kepada pasangan Abendanon, Kartini menceritakan bahwa dirinya bersama kedua adiknya sempat berusaha menjalani pola makan vegetarian. Ia bahkan mengaku sudah terbiasa mengonsumsi sayur sejak usia remaja, sekitar 14 hingga 15 tahun. Meski begitu, Kartini menyadari bahwa menjalani gaya hidup tersebut bukan hal mudah, terutama dalam konteks sosial dan budaya saat itu.

Kartini juga mengaitkan pola hidup vegetarian dengan nilai spiritual. Baginya, memilih untuk tidak mengonsumsi daging bukan sekadar soal makanan, tetapi memiliki makna yang lebih dalam. Ia menyebut bahwa hidup sebagai vegetarian bisa dimaknai sebagai bentuk doa tanpa kata kepada Tuhan-sebuah refleksi yang menunjukkan kedalaman cara berpikirnya.

Pemikiran ini menjadi menarik karena menunjukkan bahwa Kartini tidak hanya berbicara tentang isu sosial seperti pendidikan dan kesetaraan gender, tetapi juga menyentuh aspek etika dan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari. Gagasannya bahkan terasa melampaui zamannya, mengingat isu gaya hidup sehat dan kesadaran terhadap pola makan baru menjadi tren global jauh setelah masa hidupnya.

Surat-surat Kartini yang kemudian dibukukan dalam Habis Gelap Terbitlah Terang memang menyimpan banyak pemikiran yang belum sepenuhnya tereksplorasi. Dari sana, terlihat bahwa Kartini adalah sosok yang tidak hanya progresif dalam memperjuangkan hak perempuan, tetapi juga reflektif dalam memaknai kehidupan secara luas.

Melihat sisi ini, Kartini bukan hanya inspirasi dalam konteks emansipasi, tetapi juga sebagai figur yang mendorong cara berpikir kritis, empati, dan kesadaran diri. Sebuah pengingat bahwa perjuangan dan pemikiran besar bisa lahir dari hal-hal sederhana, termasuk dari pilihan hidup sehari-hari.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE