Habib Ja’far Bongkar Chat Terakhir Vidi Aldiano, Terungkap Bahwa Ia Ternyata Sering Tanya Cara Salat Saat Sakit Dan Ingin Terus Perbaiki Diri
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kepergian penyanyi sekaligus ikon anak muda, Vidi Aldiano, ternyata menyimpan banyak cerita haru yang selama ini nggak tersorot kamera. Di balik keceriaannya sebagai sosok yang dijuluki duta persahabatan, Vidi ternyata punya sisi spiritual yang sangat mendalam, terutama di detik-detik terakhir perjuangannya melawan penyakit kanker ginjal.
Hal ini dibongkar langsung oleh pendakwah milenial, Habib Ja'far, setelah menghadiri prosesi pemakaman sang musisi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu pagi, 8 Maret 2026. Menurut Habib Ja'far, hubungan mereka berdua sudah terjalin sangat lama dan penuh dengan obrolan-obrolan yang bermutu.
Hebohnya lagi, meskipun Vidi sedang dalam kondisi yang bener-bener drop karena kanker yang dideritanya sejak 2019, pikirannya ternyata nggak jauh-jauh dari urusan Tuhan. Habib Ja'far bercerita kalau belakangan mereka emang jarang ketemu muka secara langsung karena keterbatasan fisik Vidi, tapi komunikasi lewat WhatsApp nggak pernah putus.
Isi pesannya pun bukan cuma sekadar basa-basi tanya kabar, melainkan pertanyaan-pertanyaan serius soal agama yang bikin siapa pun yang denger pasti ngerasa tersentuh. Vidi seolah nggak mau menyerah dengan keadaan fisiknya yang lemah dan pengen tetap menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim dengan cara yang paling benar, nih Gen.
Habib Ja'far menjelaskan kalau semua isi chat Vidi ke dia nggak pernah urusan personal yang remeh-temeh. Semuanya fokus ke arah spiritual dan peningkatan kualitas diri. Vidi bener-bener pengen memastikan kalau di sela-sela rasa sakitnya, dia nggak meninggalkan kewajibannya sebagai hamba.
"Kalau WhatsApp-an masih sering, dan semuanya, tidak pernah personal, tapi urusannya bertanya tentang berbagai hal soal ibadah," kata Habib Ja'far kepada awak media seusai pemakaman. Habib menyebutkan kalau salah satu pertanyaan terakhir yang dikirim Vidi adalah soal teknis menjalankan ibadah di tengah keterbatasan fisik yang ia alami.
Pertanyaan Soal Wudu Dan Keutamaan Meninggal Di Bulan Ramadhan
Ternyata, Vidi sempat bingung gimana caranya tetap bisa bersuci dan salat pas kondisi tubuhnya lagi sakit parah. "Yang terakhir bertanya soal bagaimana keterbatasan Beliau untuk berwudu dan salat. Jadi, semua komunikasinya tentang bagaimana Beliau lebih memperbaiki diri, lebih meningkatkan ibadahnya, selalu tentang itu yang ditanyakan oleh Beliau," ia menjelaskan. Hal ini membuktikan kalau Vidi menjalani masa sakitnya dengan sangat sabar dan justru makin mendekatkan diri ke Allah tanpa banyak mengeluh.
Habib Ja'far juga memberikan sebuah fakta yang bikin adem, yaitu soal waktu meninggalnya Vidi. Pelantun lagu "Status Palsu" ini meninggal dunia pada hari Sabtu di usia 35 tahun, yang ternyata bertepatan dengan momen sangat istimewa dalam kalender Islam.
Vidi berpulang di bulan suci Ramadhan, tepatnya di hari Nuzulul Quran atau 17 Ramadhan. Menurut Habib, ini adalah tanda kalau sahabat kita ini berada dalam keadaan yang terbaik di akhir hayatnya.
Penyakit kanker ginjal yang diderita Vidi selama bertahun-tahun dipandang Habib Ja'far sebagai penggugur dosa karena dijalani dengan ketabahan luar biasa. Prosesi pemakaman di TPU Tanah Kusir itu sendiri berlangsung khidmat selama kurang lebih dua jam dan dihadiri banyak banget figur publik, mulai dari musisi sampai kreator digital yang pengen kasih penghormatan terakhir buat Oxavia Aldiano.
Habib Ja'far mengajak kita semua buat kasih hadiah terbaik buat almarhum, yaitu doa yang tulus dan menjadikan perjalanan hidup Vidi sebagai motivasi buat memperbaiki diri kita sendiri. Vidi sudah tenang sekarang, meninggalkan sejuta inspirasi bukan cuma lewat musik, tapi juga lewat ketaatannya di tengah ujian hidup yang berat.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!