Manfaat Tunda Alarm Bagi Otak, Ternyata Bikin Bangun Pagi Jadi Lebih Segar dan Sehat!

Manfaat Tunda Alarm Bagi Otak, Ternyata Bikin Bangun Pagi Jadi Lebih Segar dan Sehat!
- (Dok. Freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Hayo, siapa di sini yang setiap pagi punya ritual "perang" sama alarm di HP? Rasanya hampir mustahil ya buat langsung loncat dari kasur pas dengar bunyi alarm pertama kali. Pasti ada saja keinginan buat menekan tombol snooze atau tunda demi mendapatkan tambahan waktu tidur lima sampai sepuluh menit lagi. Selama ini, banyak dari kita yang merasa bersalah atau menganggap diri sendiri pemalas kalau hobi menunda alarm. Kita sering merasa berdosa karena mengira kebiasaan ini bikin kualitas tidur jadi berantakan dan bikin tubuh makin lemas.

Tapi, ada kabar gembira nih buat kamu yang hobi "nawar" waktu bangun pagi. Ternyata, penelitian medis terbaru mulai melihat sisi positif dari kebiasaan yang sering dianggap buruk ini. Menunda alarm dalam durasi yang pas justru bisa membantu otak kita melakukan transisi yang lebih halus dari alam mimpi ke dunia nyata. Jadi, buat kalian yang masih suka tarik selimut lagi setelah alarm bunyi, jangan buru-buru merasa bersalah, nih Gen.

Data global dari sekitar 21.000 pengguna aplikasi Sleep Cycle menunjukkan kalau perilaku ini sebenarnya sangat manusiawi. Lebih dari separuh orang di dunia ternyata punya kebiasaan menunda alarm sekitar dua sampai tiga kali sebelum benar-benar bangun dan mandi. Meskipun selama bertahun-tahun para dokter memperingatkan kalau gangguan alarm bisa merusak fase tidur REM (Rapid Eye Movement) yang penting untuk pemulihan emosi, pandangan itu mulai sedikit bergeser.

Ahli saraf dari Universitas Michigan, Dr. Cathy Goldstein, menyebutkan kalau kehilangan sedikit waktu REM di pagi hari nggak akan langsung merusak performa otak kamu secara parah. Justru, waktu tambahan beberapa menit itu jadi semacam pemanasan bagi tubuh supaya nggak kaget saat harus bangun secara tiba-tiba dari tidur yang lelap, nih Gen.

Tunda Alarm Sebagai Sinyal Kondisi Tubuh

Meskipun menunda alarm sebentar dianggap aman buat kesehatan otak, para pakar kesehatan tetap memberikan catatan penting. Shelby Harris dari Albert Einstein College of Medicine menjelaskan bahwa fungsi tunda alarm ini sering kali jadi "tongkat penyangga" buat mereka yang kualitas tidurnya emang sudah buruk dari awal. Kalau kamu sampai berkali-kali menunda alarm karena merasa masih sangat capek, itu bisa jadi sinyal kalau kamu sebenarnya sedang kekurangan tidur kronis atau punya masalah kesehatan lain, seperti sleep apnea.

Jadi, masalah utamanya sebenarnya bukan pada tombol tunda itu sendiri, tapi pada jadwal tidur kamu yang nggak teratur. Banyak orang yang begadang semalaman lalu berharap tombol snooze bisa menyelamatkan energi mereka di pagi hari. Padahal, penggunaan tombol tunda yang berlebihan cuma menutupi masalah utama yaitu kurangnya jam istirahat yang berkualitas.

Tips Jaga Otak Tetap Tajam Saat Bangun Pagi

Agar performa otak kamu tetap gacor dan nggak lemot seharian, para ahli menyarankan beberapa langkah simpel yang bisa kamu terapkan mulai malam ini. Pertama, cobalah untuk mengatur alarm pada jam yang memang paling pas buat kamu bangun tanpa harus menunda terlalu lama. Kedua, usahakan jadwal tidur kamu konsisten setiap malamnya, jangan sering berubah-ubah secara ekstrem.

"Banyak orang dengan apnea tidur atau yang terlalu sering menggunakan obat penenang sering mengandalkan fungsi tunda alarm untuk mengimbangi kekurangan energi mereka," kata Harris. Kutipan ini jadi pengingat kalau kamu terlalu bergantung pada tombol tunda, mungkin ada sesuatu yang salah dengan pola hidupmu. Dengan menjaga ritme tidur yang teratur, kamu nggak cuma bakal merasa lebih segar saat membuka mata, tapi fungsi kognitif otak kamu juga bakal tetap tajam sepanjang hari. Jadi, tunda alarm itu boleh saja asalkan cuma buat transisi singkat, bukan pelarian dari rasa lelah yang nggak habis-habis.

Gimana, Gen? Kamu tim yang langsung bangun di alarm pertama atau tim yang harus snooze sampai lima kali dulu baru sadar?

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE