Bocor! Rahasia Jeffrey Epstein Bayar Tes Genetik Demi Perpanjang Umur, Dokumen Terbaru Ungkap Fakta Mengejutkan
Jeffrey Epstein bukan cuma soal skandal, ternyata dia pernah bayar tes genetik super canggih dalam upaya memperpanjang hidupnya!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Jeffrey Epstein, yang dikenal publik terutama karena kasus kejahatan seksualnya, ternyata memiliki sisi lain dalam riwayatnya yang baru terungkap, dia pernah membayar tes genetik canggih dalam upaya mengeksplorasi cara memperpanjang umur melalui bahan genetiknya sendiri.
Fakta ini muncul dari dokumen dan laporan media internasional yang baru dirilis dalam rangkaian file terkait kehidupannya. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Epstein tidak hanya tertarik pada dunia keuangan dan relasi elit, tetapi juga mengeksplorasi teknologi genetik untuk tujuan kesehatan regeneratif yang bertujuan memperbaiki jaringan tubuh atau bahkan memperlambat penuaan.
Epstein Bayar Tes Genetik demi Perpanjang Umur: Fakta Lengkapnya
Dalam dokumen terbaru yang dirilis oleh media internasional, disebutkan bahwa Epstein membayar tes genetik kepada seorang dokter di salah satu rumah sakit terkemuka di Amerika Serikat. Tes ini bukan sekadar tes DNA biasa, melainkan analisis genetik lanjutan yang berkaitan dengan penelitian regeneratif dan faktor umur panjang.
Tes tersebut dilaporkan dilakukan oleh Joseph Thakuria, seorang dokter senior yang berkaitan dengan proyek genomik di Harvard Medical School dan saat itu menjabat sebagai dokter senior di Massachusetts General Hospital (MGH) Boston. Epstein menggunakan layanan ini untuk mempelajari materi genetiknya sendiri dengan tujuan medis, termasuk kemungkinan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak atau meningkatkan kemampuan penyembuhan diri.
Laporan tersebut muncul dari email dan dokumen yang kini menjadi bagian dari yang dikenal sebagai Epstein Files, sekumpulan arsip yang dibuka oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Isi dokumen itu menunjukkan bahwa pada sekitar tahun 2014, Epstein mendanai dan membayar tes genetik lanjutan sebagai bagian dari upaya yang disebutnya terkait pengobatan regeneratif.
Epstein diketahui terlibat dalam eksplorasi pembuatan sel punca (stem cell) yang berkedudukan penting dalam sistem imun dan penyembuhan. Ia melakukan ini setelah beberapa tahun kemudian dijatuhi hukuman terkait kasus prostitusi anak di tahun 2008.
Menurut pernyataan Thakuria pada CNN, Epstein tercatat dalam Harvard Personal Genome Project, basis data publik global memuat informasi genetik sukarelawan agar para ilmuwan bisa meneliti lebih dalam tentang sifat dan gen manusia.
Apa Sebenarnya Tes Genetik Itu?
Menurut isi dokumen, Epstein bekerja dengan seorang dokter peneliti yang saat itu berdinas di Massachusetts General Hospital (MGH) Boston dan terkait dengan Harvard Personal Genome Project,sebuah proyek besar yang mengumpulkan data genetika untuk keperluan riset ilmiah global. Ia membayar sejumlah biaya awal termasuk sekitar US$2.000 untuk memetakan sebagian genetiknya sendiri.
Dokumen tersebut juga mencakup proposal yang lebih ambisius, termasuk usulan penyuntingan gen lewat teknologi CRISPR untuk mengintroduksi mutasi tertentu yang dipercaya bisa meningkatkan umur panjang. Proposal ini termasuk tawaran pembuatan sel punca baru dan pemetaan genom lengkap, dengan estimasi biaya yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu dolar untuk proyek yang lebih luas.
Kini Jeffrey Epstein telah meninggal dunia. Ia ditemukan tak bernyawa di dalam selnya di Metropolitan Correctional Center, New York, pada 10 Agustus 2019, saat masih menjalani proses hukum terkait dakwaan perdagangan seks terhadap anak di bawah umur.
Berdasarkan hasil autopsi resmi, pria yang dikenal sebagai pelaku kejahatan seksual itu dinyatakan tewas akibat bunuh diri dengan cara menggantung diri.
Meski begitu, kematiannya menimbulkan banyak tanda tanya dan memicu beragam teori konspirasi di publik. Sejumlah kejanggalan terungkap, mulai dari kamera pengawas di area sel yang tidak berfungsi hingga dua petugas penjara yang tertidur saat bertugas dan bahkan memalsukan laporan pemantauan.
Sampai sekarang, berkas-berkas yang berkaitan dengan aktivitas Epstein masih terus dibuka ke publik secara bertahap sebagai bagian dari upaya transparansi hukum.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!