Indonesia Tumbang Lewat Adu Penalti, Iran Rebut Gelar ke-14 Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Tumbang Lewat Adu Penalti, Iran Rebut Gelar ke-14 Piala Asia Futsal 2026
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID -  Laga final Piala Asia Futsal 2026 menghadirkan drama yang sulit dilupakan. Indonesia dan Iran bermain imbang 5-5 hingga babak perpanjangan waktu dalam pertandingan yang berlangsung sengit dan penuh tensi.

Namun, adu penalti menjadi penentu, dan kegagalan Israr Megantara, pencetak hat-trick sekaligus pahlawan Garuda di laga ini, membuat Indonesia harus mengakui keunggulan Iran dengan skor 4-5 dalam tos-tosan.

Hasil itu memastikan tim Asia Tengah tersebut mengangkat trofi untuk ke-14 kalinya, memperpanjang rekor mereka sebagai kekuatan dominan futsal Asia.

Indonesia, yang untuk pertama kalinya menembus partai final, tampil tanpa gentar di hadapan stadion yang dipenuhi suporter. Skuad Garuda mampu mengimbangi permainan cepat dan agresif Iran, bahkan beberapa kali berada dalam posisi menekan. Meski akhirnya harus puas sebagai runner-up, para pemain meninggalkan lapangan dengan kepala tegak.

“Saya sangat bangga dengan para pemain saya karena telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan bekerja sangat keras,” ujar pelatih Indonesia, Souto. “Tidak ada yang akan percaya bahwa kami akan mencapai final, dengan kemungkinan untuk menang dalam 40 menit, di waktu tambahan, atau melalui adu penalti.”

Pelatih asal Spanyol yang menangani Indonesia sejak 2024 itu menilai turnamen ini menjadi bukti kekuatan mental timnya. Ia bahkan menyebut Indonesia mungkin menjadi tim paling tangguh secara mental di edisi kali ini.

“Turnamen berjalan baik bagi kami, dan kami sangat kuat secara mental, mungkin tim terkuat di turnamen ini dan menyulitkan Iran, tetapi kami juga melakukan banyak kesalahan,” katanya.

Souto tak menutup mata bahwa masih ada banyak aspek yang harus dibenahi. Menurutnya, untuk benar-benar bersaing secara konsisten dengan raksasa Asia seperti Iran dan Jepang, Indonesia perlu meningkatkan kualitas di berbagai lini.

“Tim perlu meningkatkan permainan mereka di banyak area, tetapi hari ini kita berbicara tentang betapa bagusnya mereka, permainan mereka yang luar biasa dan bagaimana kami mendorong Iran hingga batas kemampuannya.”

Pelatih berusia 44 tahun itu juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena dengan pencapaian bersejarah ini. Ia menekankan pentingnya tetap rendah hati di tengah euforia.

“Kita harus tetap rendah hati karena ada tim-tim yang lebih kuat di Asia seperti Iran dan Jepang dengan pemain-pemain yang sangat bagus, dan kita tidak bisa menandingi kecepatan mereka. Terkadang kita berhasil dan terkadang tidak, tetapi hari ini, kita hampir berhasil jadi kita harus sangat bangga.”

Indonesia mungkin gagal mengangkat trofi, tetapi final ini menjadi penanda bahwa peta kekuatan futsal Asia mulai berubah. Garuda telah membuktikan diri mampu berdiri sejajar dan membuat juara 14 kali seperti Iran bekerja hingga detik terakhir.

 
 
M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE