Inspeksi Mobil Bekas Kini Juga Berlaku untuk Kendaraan Listrik, Ini Alasannya!

Inspeksi Mobil Bekas Kini Juga Berlaku untuk Kendaraan Listrik, Ini Alasannya!
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Tren membeli mobil bekas makin digemari, dan kini mulai merambah ke kendaraan listrik (EV).

Tapi, kondisi mobil yang terlihat mulus dari luar belum tentu menjamin performanya di balik kap. Karena itu, layanan inspeksi menyeluruh jadi langkah penting sebelum membeli, apalagi untuk EV bekas yang punya karakteristik berbeda dari mobil konvensional.

Menurut keterangan resmi Garasi.id, layanan inspeksi kendaraan saat ini tidak hanya terbatas pada mobil bermesin bensin atau diesel (ICE), tapi juga sudah bisa dilakukan pada mobil listrik yang semakin banyak digunakan di Indonesia.

"Beli mobil itu untuk jangka panjang, jadi jangan ambil risiko hanya karena tampilan luar. Periksa dulu, pastikan aman, baru beli. Dengan layanan inspeksi independen sebagai pihak ketiga, prosesnya netral, profesional, dan transparan," ujar CEO Garasi.id, Ardyanto Alam.

Di pasar mobil bekas, masih sering ditemui kendaraan dengan kerusakan tersembunyi, mulai dari mesin bermasalah, suspensi aus, hingga sistem kelistrikan yang tidak stabil. Khusus untuk mobil listrik, tantangan tambahannya terletak pada kondisi baterai dan komponen bertegangan tinggi. Tanpa pemeriksaan profesional, pembeli bisa saja harus menanggung biaya perbaikan besar setelah transaksi selesai.

Layanan seperti Garasi.id kini menawarkan pemeriksaan mendetail hingga lebih dari 170 titik, mencakup mesin, transmisi, rem, suspensi, sistem kelistrikan, serta indikasi bekas tabrakan atau banjir.

Komponen dasar seperti AC, wiper, dan sistem bahan bakar juga ikut dicek.

Metode pemeriksaannya pun disesuaikan dengan jenis kendaraan. Untuk mobil otomatis, misalnya, diperiksa respons perpindahan gigi dan potensi slip transmisi.

Sementara mobil manual difokuskan pada kondisi kopling dan perpindahan gigi. Pada mobil listrik, fokus pemeriksaan ada pada kondisi baterai, sistem pendingin, dan koneksi bertegangan tinggi. Sedangkan mobil bensin atau diesel lebih diperhatikan di bagian mesin, pelumasan, dan sistem pembakaran.

Hasil inspeksi biasanya dikirim dalam waktu 24 jam dalam bentuk laporan digital lengkap berisi foto, rekomendasi teknis, estimasi biaya perbaikan, dan analisis kewajaran harga.

"Layanan inspeksi memberi rasa aman, terutama bagi pembeli yang baru pertama kali beli mobil. Dengan laporan yang jelas, konsumen bisa negosiasi lebih percaya diri atau membatalkan transaksi jika kondisi mobil tidak ideal," kata Ardy.

Dengan laporan yang transparan dan biaya inspeksi yang relatif terjangkau, pembeli bisa terhindar dari potensi kerugian besar di kemudian hari. Untuk mobil listrik bekas, inspeksi profesional bahkan jadi langkah penting untuk memahami kondisi baterai dan komponen listriknya, sekaligus menjaga investasi jangka panjang tetap aman.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE