Inzaghi Hadapi Krisis Cedera Jelang Duel Melawan Feyenoord di Liga Champions
JAKARTA, GENVOICE.ID - Simone Inzaghi mengakui belum pernah menghadapi krisis cedera lini belakang seperti saat ini dalam kariernya. Menjelang laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Feyenoord, pelatih Inter Milan itu harus mencari solusi di tengah badai cedera yang menimpa timnya.
Dilansir dari Reuters, Inter saat ini memimpin klasemen Serie A dengan keunggulan satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Napoli, tetapi mereka menghadapi tantangan besar dengan absennya para pemain kunci di posisi full-back. Federico Dimarco, Nicola Zalewski, Carlos Augusto, dan Matteo Darmian semuanya mengalami cedera, sementara kiper utama Yann Sommer juga masih dalam masa pemulihan.
Namun, Inzaghi tetap optimis timnya mampu mengatasi situasi ini meskipun jadwal pertandingan mereka sangat padat, dengan empat laga yang harus dijalani sebelum jeda internasional.
"Kami tahu sedang menghadapi masalah di satu area tertentu, tetapi prinsip permainan kami tidak berubah. Kami ada di babak 16 besar dan akan memberikan yang terbaik," ujar Inzaghi dalam konferensi pers, Selasa (5/3).
"Kami tidak banyak berpikir, kami hanya bermain, meski dalam kondisi darurat. Sejak saya melatih, belum pernah mengalami situasi seperti ini, di mana saya memiliki lima full-back, tetapi empat pemain yang bisa bermain di kiri semuanya cedera."
Meski demikian, Inter punya alasan untuk percaya diri menghadapi Feyenoord. Mereka tak terkalahkan dalam 11 pertemuan terakhir melawan klub asal Belanda di kompetisi Eropa sejak terakhir kali kalah dari Feyenoord pada April 2002. Nerazzurri juga hanya menelan tiga kekalahan dalam 23 laga terakhir Liga Champions, dengan catatan pertahanan solid yang hanya kebobolan 12 gol dalam periode tersebut.
Kendati begitu, Inzaghi tetap mewaspadai ancaman dari Feyenoord, tim yang sudah membuktikan diri dengan menumbangkan raksasa Eropa seperti Bayern Munich dan AC Milan musim ini.
"Mereka adalah tim yang kuat secara fisik dan punya kualitas. Kami tahu betapa sulitnya bermain di kandang mereka. Saya pernah bermain di sana bersama Lazio pada tahun 2000, dan atmosfernya luar biasa," kata Inzaghi.
"Mereka sudah membuktikan diri di Liga Champions. Bayern kalah, Milan tersingkir. Kami tahu masih ada leg kedua, tapi fokus kami adalah laga besok. Absensi pemain adalah hal yang wajar di setiap tim, dan kami siap menghadapi tantangan ini."
Laga ini menjadi pertemuan ketiga Inter dan Feyenoord di kompetisi Eropa, setelah Feyenoord menang agregat 3-2 di semifinal Piala UEFA musim 2001-02. Akankah Inter membalas dendam atau Feyenoord kembali menjadi batu sandungan bagi raksasa Italia? Jawabannya akan terungkap di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
0 Comments





- Monster Hunter Wilds Sukses Besar Meski Dihantui Tantangan Teknis
- Live Nation Productions Hadirkan Film Komedi yang Terinspirasi dari Green Day
- Kamala Harris Terima Chairman’s Award di NAACP Image Awards 2024 dengan Pidato yang Menggelegar
- Pembalap World Rally Championship Bersatu untuk Protes Keras terhadap Sanksi FIA atas Kata-Kata Kasar
- Andra Day Bergabung dalam Film Terbaru Bradley Cooper, "Is This Thing On?"
- Blake Lively Muncul di SXSW untuk Premiere Another Simple Favor di Tengah Konflik Hukum dengan Justin Baldoni
- Misteri UFO dan "The Age of Disclosure", Benarkah Manusia Tidak Sendirian?
- BPBD Halmahera Utara Imbau Warga Tobelo Gunakan Masker Akibat Erupsi Gunung Dukono
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!