Gempa Pacitan Heboh! BMKG Sebut Berasal dari Megathrust Selatan Jawa, Ini Dampaknya sampai Bantul!
Gempa Pacitan dari Megathrust Selatan Jawa, Getaran Terasa hingga Bantul
JAKARTA, GENVOICE.ID - Jumat dini hari, gempa bumi kuat mengguncang wilayah selatan Jawa dan meninggalkan jejak dampak yang terasa hingga wilayah lain di sekitarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa Pacitan merupakan gempa megathrust, sebuah jenis gempa kuat yang sumbernya berasal dari zona subduksi lempeng di selatan Pulau Jawa. Meski demikian, gempa ini tidak berpotensi tsunami menurut otoritas resmi.
Gempa Sekuat Magnitudo 6,2-6,4 Pacitan
Gempa terjadi pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.06 WIB, dan tercatat berkekuatan magnitudo antara 6,2 hingga 6,4 oleh BMKG dan beberapa lembaga lain. Episenter gempa berada di perairan tenggara Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman yang relatif dangkal. Penentuan gempa sebagai megathrust dangkal ini menunjukkan bahwa getarannya terasa cukup kuat di permukaan.
BMKG menyatakan bahwa mekanisme gempa ini merupakan hasil dari pergerakan naik pada zona megathrust selatan Jawa, yang merupakan area bertemunya lempeng laut dan lempeng benua di selatan Pulau Jawa. Zona ini memang dikenal sebagai salah satu area seismik aktif di Indonesia.
Selain itu, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, sehingga masyarakat di daerah pesisir selatan Jawa tidak perlu khawatir terhadap gelombang tsunami akibat kejadian ini.
Getaran Dirasakan Luas di Jawa dan Sekitarnya
Guncangan gempa ini tidak hanya terasa di Pacitan dan sekitarnya, menurut laporan getaran gempa terasa hingga ke berbagai wilayah lain, termasuk wilayah Trenggalek, Tulungagung, Surabaya, Pasuruan, Jember, serta beberapa daerah di jalur Pantura. Bahkan beberapa laporan juga menyebutkan getaran terasa hingga wilayah Denpasar, Bali.
Menurut catatan intensitas Modified Mercalli (MMI), getaran mencapai tingkat IV di beberapa kota seperti Pacitan dan Bantul, serta tingkat III di wilayah seperti Kulon Progo dan Trenggalek, menunjukkan bahwa gempa ini memang cukup kuat dirasakan di berbagai daerah.
Dampak Gempa: Luka dan Kerusakan Bangunan
Di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, gempa ini menyebabkan belasan warga mengalami luka-luka serta sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Laporan awal menyebutkan bahwa 15 orang di Bantul terluka, dan sekitar 13 unit bangunan rusak akibat gempa yang mengguncang pada dini hari.
Belum ada laporan korban jiwa akibat kejadian ini, namun sejumlah bangunan mengalami retakan dan kerusakan struktural ringan sampai sedang, terutama di kawasan Bantul. Sejumlah warga juga melaporkan bahwa getaran gempa sempat membuat listrik padam di beberapa wilayah, sehingga menambah kekhawatiran masyarakat.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Walau tidak terdapat potensi tsunamai, masyarakat tetap diminta untuk tetap bersiaga terhadap kemungkinan gempa susulan. Zona megathrust sendiri memang bisa menimbulkan aktivitas seismik lebih lanjut, sehingga kewaspadaan dan informasi resmi dari otoritas seperti BMKG sangat penting untuk diikuti.
Penduduk di daerah rawan gempa disarankan memantau informasi resmi, menjauhi bangunan retak, dan menyiapkan langkah evakuasi sederhana jika diperlukan. Edukasi tentang kesiapsiagaan bencana menjadi hal penting untuk meminimalkan risiko pada masa depan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!