Heboh! Mobil Listrik Xiaomi SU7 Tiba-Tiba Jalan Sendiri, Ternyata Ini Penyebabnya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Tiongkok ketika sebuah mobil listrik Xiaomi SU7 yang sedang terparkir mendadak bergerak maju tanpa ada orang di dalamnya.
Dilansir dari Antara, kejadian tak biasa ini terekam oleh kamera pengawas (CCTV) dan langsung menjadi viral setelah pemilik kendaraan membagikan video tersebut ke media sosial. Beruntung, tidak ada korban maupun kerusakan properti yang dilaporkan akibat kejadian ini.
Kasus ini menarik perhatian luas publik dan industri otomotif, memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan fitur kendali jarak jauh pada mobil pintar. Menanggapi insiden tersebut, Xiaomi segera melakukan investigasi dan merilis temuan resminya melalui media sosial.
Dalam pernyataannya, Xiaomi menjelaskan bahwa mereka telah meninjau data back end kendaraan serta log operasi dari ponsel pintar pemilik, dengan persetujuan yang bersangkutan. Hasil investigasi mengungkap bahwa mobil menerima perintah Bantuan Parkir Jarak Jauh (Remote Parking Assist/RPA) dari sebuah iPhone 15 Pro Max yang telah diotorisasi sebelumnya, dan perintah itulah yang memicu mobil untuk bergerak keluar dari tempat parkirnya.
Xiaomi juga menjelaskan bahwa fitur RPA hanya akan aktif jika ponsel yang diotorisasi berada dalam jangkauan Bluetooth, menepis dugaan bahwa mobil berjalan sendiri karena kegagalan sistem. Perusahaan turut mengklarifikasi kesalahan awal dalam komunikasi dengan pelanggan, di mana model ponsel salah diidentifikasi karena kesalahan dalam penyebutan pengenal internal perangkat, yang sempat menimbulkan kebingungan publik.
Setelah pengumuman tersebut dirilis, seorang pengguna media sosial Weibo yang mengaku sebagai pemilik kendaraan mengonfirmasi bahwa temuan Xiaomi adalah benar. Ia menyatakan bahwa tim investigasi Xiaomi Auto telah memverifikasi seluruh data secara langsung, dan tidak ditemukan adanya kesalahan sistem. Sebelumnya, pemilik sempat meragukan penjelasan awal dari pihak Xiaomi dan menuntut transparansi penuh berupa rilis log data secara utuh, bukan hanya potongan-potongan.
Laporan investigasi resmi akhirnya menegaskan bahwa insiden ini bukan disebabkan oleh kerusakan perangkat keras atau kegagalan perangkat lunak pada mobil, melainkan murni akibat perintah kendali jarak jauh yang dikirim dari ponsel pemilik.
Insiden ini menjadi bahan diskusi hangat di kalangan analis industri otomotif, terutama terkait dengan keamanan fitur kendali jarak jauh seperti RPA. Meski fitur ini meningkatkan kenyamanan dan kemudahan saat parkir di area sempit, banyak pihak menilai bahwa pengamanan dan transparansi data masih menjadi tantangan besar.
Para pakar juga menekankan pentingnya edukasi terhadap pengguna terkait cara kerja dan batasan fitur-fitur canggih di mobil pintar, agar tidak terjadi kesalahpahaman atau penggunaan yang tidak disengaja.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!