Mercedes Siap Bawa Balik G-Wagen Cabriolet, SUV Mewah yang Bisa Topless!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Setelah lebih dari satu dekade absen, Mercedes-Benz akhirnya memberi sinyal bahwa G-Class Cabriolet atau yang lebih dikenal dengan G-Wagen topless akan segera kembali. Kabar ini muncul lewat teaser resmi yang dirilis menjelang perilisan versi terbaru pada 2026. Bagi pecinta SUV mewah dengan nuansa off-road, kembalinya model ini jelas jadi kabar besar.
G-Wagen Cabriolet Comeback
Dari gambar teaser, tampilan depan hingga bagian atap belakang masih mirip dengan G-Class 2025 hardtop. Bedanya, ada desain aerodinamis baru di bagian belakang dengan roll hoop panjang yang memanjang melewati pilar-C. Ini memberi petunjuk bahwa Mercedes tengah menyiapkan atap soft-top atau mungkin panel keras yang bisa dilepas layaknya Freedom Panel pada Jeep Wrangler. Bahkan area belakang terlihat seperti memiliki ruang penyimpanan panel lipat tersebut.
Terinspirasi dari Model Lawas
Mercedes sebelumnya memang sudah pernah menghadirkan G500 Cabriolet yang terakhir diproduksi pada 2013. Selain itu, desain pilar-C baru ini juga disebut mengambil inspirasi dari G63 AMG 6x6, SUV ikonik yang punya aura tangguh sekaligus eksentrik.
Namun, yang paling legendaris mungkin adalah Mercedes-Maybach G650 Landaulet. Model ini menggunakan mesin V12 bertenaga 630 hp dengan ban raksasa 36 inci. Meski hanya cabriolet sebagian-karena bagian depan tetap beratap-mobil ini jadi salah satu G-Class paling unik dan langka dalam sejarah.
Dari Militer ke Popemobile
Perjalanan G-Wagen sendiri berawal pada 1979 sebagai kendaraan militer dengan kode W460. Kala itu, Mercedes juga menawarkan versi convertible dua pintu sebagai salah satu variannya. Bahkan, Paus Yohanes Paulus II sempat menggunakan 230 G Cabriolet sebagai Popemobile pertamanya pada 1980. Tradisi itu berlanjut hingga era Paus Fransiskus yang memakai G580 listrik pada 2024.
Bakal Jadi Primadona Baru
Dengan kombinasi sejarah panjang, desain ikonik, dan teknologi modern, kembalinya G-Wagen Cabriolet jelas diarahkan untuk pasar premium. Meski harga belum diumumkan, bisa dipastikan banderolnya tidak akan murah, mengingat G-Class biasa saja sudah masuk jajaran SUV paling mahal di dunia.
Bagi para kolektor dan penggemar SUV mewah, ini adalah kesempatan langka untuk kembali merasakan sensasi berkendara off-road dengan atap terbuka. Satu hal yang pasti: Mercedes ingin membuktikan bahwa G-Wagen bukan sekadar SUV mewah untuk kota, tapi juga kendaraan yang tetap punya jiwa petualang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!