Air Mata Messi Pecah! Momen Haru di Laga yang Bisa Jadi Penampilan Terakhirnya di Argentina
JAKARTA, GENVOICE.ID - Lionel Messi kembali mencatatkan sejarah, bukan hanya lewat gol-golnya, tapi juga lewat emosi yang tak terbendung. Dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan melawan Venezuela di Estadio Monumental, bintang berusia 38 tahun itu tampak tak kuasa menahan air mata ketika ribuan pendukung menyanyikan namanya dengan lantang.
Atmosfer di stadion begitu emosional. Sebuah spanduk raksasa dikibarkan untuk menghormati kapten yang pernah membawa Argentina mengangkat trofi Piala Dunia 2022. Messi sendiri sebelumnya sudah mengisyaratkan bahwa laga ini akan terasa sangat spesial. "Ini akan jadi pertandingan yang penuh makna bagi saya karena ini kualifikasi terakhir di kandang. Itulah sebabnya keluarga saya hadir di sini," ujarnya usai membela Inter Miami di final Leagues Cup.
Meski dihantui spekulasi soal masa depannya bersama timnas, Messi tetap menunjukkan magisnya. Ia membuka skor lewat gol indah usai menerima umpan dari Julian Alvarez, sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan gol keduanya di menit-menit akhir. Lautaro Martinez turut menyumbang satu gol, memastikan kemenangan 3-0 bagi La Albiceleste.
Bagi banyak fans, pertandingan ini terasa seperti sebuah perpisahan. Argentina sudah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 bersama Brasil dan Ekuador, sehingga duel kontra Venezuela menjadi laga kandang terakhir di ajang kualifikasi. Jika benar ini penampilan kandang terakhir Messi di kompetisi resmi, maka ia menutupnya dengan cara yang nyaris sempurna: dua gol, kemenangan meyakinkan, dan lautan cinta dari publik Buenos Aires.
Pelatih Lionel Scaloni pun tak bisa menyembunyikan emosinya. Ia menyebut laga ini sebagai "pertandingan penuh perasaan" dan menegaskan bahwa tim bermain bukan sekadar untuk mengantar Messi, melainkan juga menjaga kehormatan juara bertahan dunia.
Di luar lapangan, spekulasi terus berputar. Apakah Messi benar-benar akan gantung sepatu usai Piala Dunia mendatang, atau masih ada babak lain dalam kisah panjangnya bersama timnas? Yang jelas, jika laga di Monumental memang menjadi salam perpisahan, maka malam itu akan dikenang sebagai salah satu momen paling emosional dalam sejarah sepak bola Argentina.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!