Menangis di Ruang Pemeriksaan: Detik-Detik Pilot Pesawat Malaysia Airlines Diciduk Bawa 25 Kg Ekstasi

Modus Operandi dan Iming-Iming Upah Ratusan Juta

Menangis di Ruang Pemeriksaan: Detik-Detik Pilot Pesawat Malaysia Airlines Diciduk Bawa 25 Kg Ekstasi
Kapten pesawat bernama Mohd Saufi bin Othman ditangkap akibat menyelundupkan narkoba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. - (Dok. Dok. Polri).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Kasus penyelundupan narkoba internasional yang melibatkan awak penerbangan kembali mengguncang dunia penerbangan. Kasus pilot Malaysia Airlines selundupkan narkoba kini menjadi sorotan publik setelah seorang kapten pesawat bernama Mohd Saufi bin Othman ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Penangkapan pilot yang membawa puluhan ribu butir ekstasi serta sabu ini tidak hanya membongkar jaringan peredaran gelap lintas negara, tetapi juga memicu evaluasi ketat terhadap sistem pengawasan keselamatan dan keamanan penerbangan antarnegara.

Modus Penyelundupan dan Iming-Iming Upah Ratusan Juta

Tersangka Mohd Saufi bin Othman (39) nekat memanfaatkan profesi dan akses kemudahan fasilitas jalur khusus maskapai penerbangan untuk mengelabui petugas. Pria asal Malaysia ini tergiur iming-iming upah sebesar 50.000 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp220,8 juta dari sindikat narkoba lintas negara untuk membawa barang haram tersebut ke Jakarta.

Dari hasil penggeledahan, petugas gabungan menyita barang bukti berupa 70.114 butir ekstasi (MDMA) dengan berat bruto sekitar 25-26 kilogram, serta 4 gram sabu. Tak hanya bertindak sebagai kurir, Saufi juga diketahui sebagai pengguna aktif.

Saat menjalani tes medis, urinnya terbukti positif mengandung tiga jenis zat adiktif sekaligus, yaitu metamfetamin (sabu), MDMA, dan kokain. Petugas bahkan menemukan botol kecil berisi cairan urine lain di dalam tasnya, yang diduga kuat disiapkan untuk memalsukan hasil tes laboratorium.

Kronologi Penangkapan di Bandara Soekarno-Hatta

Aksi penyelundupan ini berhasil digagalkan pada Rabu (29/7/2026) setelah penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Jakarta. Penangkapan bermula dari kejelian tim analisis intelijen dan pencitraan mesin X-ray Bea Cukai yang mendeteksi benda mencurigakan di dalam sebuah koper.

Kendati tiba mengenakan seragam resmi pilot, gerak-gerik Saufi yang mengambil koper mencurigakan di area baggage claim tetap dipantau ketat. Petugas menghentikannya saat hendak keluar dan mengarahkannya ke ruang pemeriksaan kepabeanan.

Begitu koper dibuka dan dilakukan uji sampel, barang bukti positif mengandung zat terlarang. Tersangka yang tak bisa mengelak sempat tertangkap kamera menangis sembari menutup wajahnya di hadapan petugas.

Pengembangan Kasus dan Pengawasan Lintas Negara

Otoritas kepolisian Malaysia melalui Narcotics Crime Investigation Department (NCID) Bukit Aman mengonfirmasi bahwa pasokan narkoba tersebut didapat tersangka dari sebuah apartemen di kawasan Ampang, Malaysia, dua hari sebelum jadwal penerbangan.

Pihak kepolisian Malaysia kini berkoordinasi erat dengan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas rute peredaran dan memburu dalang di balik sindikat ini.

Di sisi lain, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang berjalan di Indonesia dan tengah memproses akses konsuler bagi warganya.

Menanggapi insiden ini, Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara langsung memperketat pengawasan dengan menginstruksikan tes urine secara acak (random sampling) terhadap ratusan personel kokpit dan kabin dari berbagai maskapai nasional maupun internasional.

Kasus yang melibatkan Mohd Saufi ini menjadi peringatan keras bagi industri penerbangan global akan pentingnya pengawasan ketat tanpa pandang bulu terhadap seluruh personel pesawat.

Tindakan tegas otoritas Indonesia bersama kepolisian Malaysia diharapkan mampu membongkar sampai ke akar jaringan sindikat narkoba internasional yang memanfaatkan jalur udara. Ke depannya, komitmen zero tolerance dan transparansi proses hukum akan terus menjadi kunci utama dalam menjaga integritas serta keamanan keselamatan penerbangan internasional.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE