Bintang PSG Achraf Hakimi Terancam Diadili atas Tuduhan Pemerkosaan

Bintang PSG Achraf Hakimi Terancam Diadili atas Tuduhan Pemerkosaan
- (Dok. PSG Talk).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Achraf Hakimi, bek andalan Paris Saint-Germain dan tim nasional Maroko, kini menghadapi ancaman serius setelah jaksa penuntut di Prancis secara resmi meminta agar ia diadili atas tuduhan pemerkosaan terhadap seorang perempuan pada 2023. Meski Hakimi membantah semua tuduhan, jaksa di Nanterre telah meminta agar kasus ini disidangkan di pengadilan pidana.

Dalam pernyataannya kepada AFP, kantor kejaksaan mengatakan bahwa keputusan akhir kini berada di tangan hakim penyidik. "Kini bergantung pada hakim penyidik untuk menentukan langkah selanjutnya dalam kerangka hukum," ujar perwakilan kejaksaan.

Hakimi, yang baru berusia 26 tahun, baru saja membantu PSG meraih gelar Liga Champions pertamanya dan menjadi bagian penting dari skuad Maroko yang mencetak sejarah di Piala Dunia 2022 dengan mencapai semifinal. Namun, pencapaiannya di lapangan kini dibayangi kasus hukum yang bermula dari pertemuan dengan seorang perempuan berusia 24 tahun yang dikenalnya melalui Instagram.

Perempuan tersebut mengklaim bahwa ia diundang ke rumah Hakimi di Boulogne-Billancourt, pinggiran kota Paris, pada 25 Februari 2023. Ia datang menggunakan taksi yang dibayar oleh Hakimi. Dalam laporan ke polisi, ia mengaku bahwa Hakimi melakukan tindakan seksual secara paksa dan memperkosanya. Meskipun saat itu ia tidak mengajukan gugatan resmi, pihak kejaksaan tetap memutuskan untuk mengajukan dakwaan.

Kuasa hukum Hakimi, Fanny Colin, menyebut permintaan jaksa untuk mengadili kliennya sebagai langkah yang "tidak masuk akal dan tak berdasar". Ia juga menegaskan bahwa jika permintaan tersebut dikabulkan, tim hukumnya akan menempuh segala jalur banding yang tersedia. Colin juga menyatakan bahwa kliennya telah menjadi target upaya pemerasan, sebuah klaim yang dibantah keras oleh pihak korban.

Rachel-Flore Pardo, pengacara korban, menyambut perkembangan ini dengan rasa lega. "Kami tidak akan tinggal diam menghadapi kampanye pencemaran nama baik yang kerap dialami perempuan yang berani melaporkan pemerkosaan," tegasnya.

Hakimi, yang lahir di Getafe dari pasangan imigran Maroko, memulai kariernya di akademi Real Madrid sebelum bermain untuk Borussia Dortmund, Inter Milan, dan akhirnya bergabung dengan PSG pada 2021. Karier cemerlangnya kini terancam oleh kasus hukum yang masih akan berlanjut dalam proses pengadilan.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE