Afgan Cerita Perjalanan Spiritual: Depresi hingga Dapat Hidayah di Puncak Popularitas
JAKARTA, GENVOICE.ID - Afgansyah Reza, penyanyi kenamaan Indonesia, membagikan kisah menyentuh tentang perjalanan spiritualnya yang penuh lika-liku. Meski dikenal sukses dan populer, Afgan mengaku pernah mengalami masa-masa gelap yang membuatnya mati rasa terhadap popularitas dan rutinitas dunia hiburan.
Dalam tayangan YouTube Daniel Mananta Network yang dirilis Selasa (5 Agustus 2025), Afgan mengungkap bahwa titik balik dalam hidupnya terjadi saat ia mengalami depresi berat di usia 20-an akhir. Di tengah gemerlap dunia hiburan, ia justru merasa kehilangan arah.
"Waktu itu hidup gue penuh dengan tanda tanya... gue lost aja, nggak ada pegangan. Jadi lumayan deep lost-nya tuh," ujar Afgan, dikutip dariANTARA News, Selasa (5/8).
Meski tetap menjalani aktivitas sebagai penyanyi profesional, pelantun "Bukan Cinta Biasa" ini merasa ada kekosongan dalam dirinya. Popularitas, jadwal padat, dan segala pencapaian tak lagi memberi kebahagiaan yang sejati.
Afgan menyadari bahwa selama ini ia mungkin telah melewatkan berbagai tanda dari Tuhan untuk lebih mendekatkan diri. "Gue beribadah tetap, tapi koneksinya belum terlalu kebangun, karena terlalu banyak gangguan dari hal duniawi," tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa fokusnya saat itu hanya seputar hal-hal duniawi yang membuatnya lelah secara mental dan spiritual.
Seiring waktu, rasa penasaran dan kegelisahan yang tak kunjung reda membawanya pada pencarian makna hidup yang lebih dalam. Afgan mulai menyadari bahwa ada hal yang lebih penting daripada sekadar kesuksesan di dunia hiburan-yaitu hubungan dengan Tuhan dan ketenangan batin.
Perubahan besar itu pun membawanya ke titik baru dalam hidup. Pada 2025, Afgan menjadi salah satu figur publik yang berkesempatan menunaikan ibadah haji. Momen tersebut menjadi bagian penting dari proses spiritualnya.
Kini di usia 36 tahun, Afgan berharap bisa terus istiqamah dalam memperkuat keimanannya. Ia juga menegaskan bahwa pengalaman spiritualnya bukan untuk dibandingkan dengan orang lain, karena setiap individu punya jalan hidup dan proses masing-masing.
"Tapi menurut gue semua orang punya prosesnya masing-masing, mungkin itu proses gue yang harus gue lewati," tutupnya dengan bijak.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!