BEI Rilis Daftar 9 Emiten dengan Konsentrasi Kepemilikan Saham Tertinggi (HSC)

Langkah Baru Bursa: Mengadopsi Standar Global untuk Transparansi Kepemilikan Saham di Pasar Modal Indonesia.

BEI Rilis Daftar 9 Emiten dengan Konsentrasi Kepemilikan Saham Tertinggi (HSC)
Ilustrasi saham. - (Dok. freepik.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi mempublikasikan daftar emiten yang memiliki High Shareholding Concentration (HSC).

Istilah ini merujuk pada kondisi di mana porsi terbesar saham sebuah perusahaan hanya dikuasai oleh segelintir pihak saja.

Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk transparansi publik yang mengadopsi praktik pasar modal di Hong Kong.

Pengumuman ini bertujuan memberikan informasi tambahan bagi investor untuk mempertimbangkan profil risiko sebelum bertransaksi. Meskipun masuk dalam daftar HSC, hal ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran aturan free float atau ketentuan pasar modal lainnya.

Daftar 9 Emiten dengan Kepemilikan Terkonsentrasi (Data per April 2026):

Berikut adalah rincian emiten yang mencatatkan konsentrasi kepemilikan saham agregat (warkat dan tanpa warkat) di atas 95%:

  1. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK): Menempati urutan tertinggi dengan penguasaan pemegang saham tertentu mencapai 99,85%.

  2. PT Ifishdeco Tbk. (IFSH): Emiten tambang nikel ini mencatatkan konsentrasi kepemilikan sebesar 99,77%.

  3. PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS): Bergerak di sektor properti, saham yang dikuasai pihak tertentu mencapai 98,35%.

  4. PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII): Perusahaan gas industri ini memiliki tingkat konsentrasi sebesar 97,75%.

  5. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN): Emiten energi terbarukan milik Prajogo Pangestu ini mencatatkan angka 97,31%.

  6. PT Panca Anugrah Wisesa Tbk. (MGLV): Perusahaan perlengkapan rumah tangga ini memiliki konsentrasi sebesar 95,94%.

  7. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA): Emiten energi dan infrastruktur ini mencatatkan kepemilikan terkonsentrasi di angka 95,76%.

  8. PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY): Operator Lucy Group di bidang F&B dan hiburan ini mencatatkan angka 95,47%.

  9. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO): Perusahaan pengolahan sarang burung walet ini memiliki konsentrasi sebesar 95,35%.

Informasi mengenai konsentrasi kepemilikan ini sangat vital untuk menghindari risiko "saham tidur" atau volatilitas harga yang tidak wajar akibat minimnya jumlah saham yang beredar di publik.

Selalu lakukan analisis mendalam sebelum memutuskan untuk masuk ke emiten-emiten dengan profil HSC. Apakah daftar emiten di atas ada dalam portofolio Anda? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE