JAKARTA, GENVOICE.ID - Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memberikan penjelasan resmi terkait fenomena benda bercahaya yang melintas di langit Lampung dan sekitarnya pada Sabtu (4/4/2026) malam.
Berdasarkan hasil analisis tim Sains Atmosfer dan Keplanetan serta Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL), objek tersebut dipastikan merupakan sampah antariksa.
Dalam pernyataan resminya, ITERA menyebut benda tersebut diduga kuat merupakan sisa badan roket China, yakni CZ-3B R/B. Kesimpulan ini diperoleh dari karakteristik visual yang terekam dalam berbagai video warga.
Fenomena tersebut terjadi akibat proses re-entry, yakni masuknya kembali benda buatan manusia ke atmosfer Bumi. Saat memasuki atmosfer, objek mengalami gesekan tinggi sehingga terbakar dan memancarkan cahaya oranye kemerahan. Dalam beberapa rekaman, objek juga tampak terfragmentasi atau pecah menjadi beberapa bagian, disertai suara dentuman yang sempat memicu kepanikan warga.
Sebelumnya, kemunculan benda bercahaya itu menggegerkan masyarakat di sejumlah wilayah, mulai dari pesisir utara Pulau Jawa hingga Lampung. Warga di Karawang, Kepulauan Seribu, hingga Banten turut melaporkan melihat objek serupa sebelum akhirnya terlihat jelas di wilayah Lampung.
Beragam spekulasi sempat bermunculan di media sosial. Sebagian warganet menduga objek tersebut adalah meteor, puing roket, hingga rudal hipersonik. Kekhawatiran meningkat karena objek tampak mengeluarkan pijar api panjang dan suara dentuman keras.
Setiawan (35), warga Lampung Timur, mengaku sempat panik saat benda itu melintas di atas rumahnya. Ia menyebut suara dentuman yang terdengar membuat warga khawatir objek tersebut merupakan rudal.
Hal serupa diungkapkan Rudi (40), warga Sukadana, yang melihat cahaya api panjang saat dalam perjalanan. Ia memastikan objek tersebut bukan kembang api karena berada di ketinggian yang tidak wajar.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, pihak ITERA menegaskan bahwa fenomena tersebut merupakan kejadian yang berkaitan dengan aktivitas manusia di luar angkasa, bukan fenomena alam berbahaya. Sebagian besar material sampah antariksa umumnya akan terbakar habis saat memasuki atmosfer, sehingga risiko dampak langsung ke permukaan Bumi relatif kecil.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!