Sempat Dirawat, Korban Ledakan Petasan di Ponorogo Meninggal Dunia di ICU

Sempat Dirawat, Korban Ledakan Petasan di Ponorogo Meninggal Dunia di ICU
Ilustrasi Ledakan Petasan - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Peristiwa ledakan petasan di Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berakhir tragis.

Salah satu korban akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif selama empat hari di rumah sakit.

Korban berinisial AFT mengembuskan napas terakhir pada Kamis (5/3) pukul 05.40 WIB saat menjalani perawatan di RSUD dr. Harjono. Korban sebelumnya dirawat akibat luka bakar serius serta gangguan pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh ledakan petasan tersebut.

Humas rumah sakit, Sugianto, menjelaskan bahwa korban mengalami luka bakar cukup parah dengan persentase sekitar 36 persen. Selain itu, kondisi korban juga diperparah dengan gangguan pada sistem pernapasan sehingga harus mendapatkan penanganan intensif di ruang perawatan khusus.

Tim medis sempat melakukan tindakan pembersihan luka di ruang operasi sebelum korban dipindahkan ke ruang ICU. Selama menjalani perawatan, korban juga harus menggunakan alat bantu napas untuk mempertahankan kondisi pernapasannya.

Menurut Sugianto, luka akibat ledakan terjadi di area leher sehingga berdampak pada pembuluh darah serta saluran napas korban. Kondisi tersebut membuat pasien mengalami kesulitan bernapas yang semakin memburuk selama masa perawatan.

Selama empat hari dirawat di ICU, kondisi korban terus mengalami penurunan. Luka di sekitar leher menyebabkan terganggunya pembuluh darah serta jalan napas hingga akhirnya korban mengalami gagal napas.

Meski tim medis telah memberikan penanganan maksimal, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Selain luka bakar, risiko infeksi akibat ledakan juga ikut memperparah kondisi kesehatan korban selama menjalani perawatan.

Sementara itu, satu korban lainnya berinisial HDA yang juga mengalami luka akibat ledakan dilaporkan telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Korban tersebut mengalami luka bakar sekitar 16 persen dan dinyatakan cukup stabil oleh tim medis.

Pihak rumah sakit juga mengungkapkan bahwa pembiayaan perawatan korban dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak. Sebab, tidak seluruh biaya pengobatan dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Untuk membantu meringankan biaya perawatan, rumah sakit turut bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional serta pihak kelurahan setempat guna mencari solusi pembiayaan bagi keluarga korban.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE