Pengusaha Kecil AS Berjuang Menyelamatkan TikTok Demi Usahanya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nasib TikTok di Amerika Serikat masih belum jelas karena masalah privasi. Bulan lalu, aplikasi ini sempat tidak bisa diakses selama 14 jam, tetapi kembali berfungsi setelah Presiden Donald Trump memberikan perpanjangan selama 75 hari.
Sekarang, beberapa pemilik usaha kecil di Wisconsin, AS, khawatir bisnis mereka akan terdampak jika TikTok benar-benar dilarang. Mereka pun berusaha keras untuk mempertahankan aplikasi ini.
Salah satu pengusaha yang usahanya terdampak adalah Tricia Hermsen. Tricia memiliki bisnis yang bernama Tria Frog Treats, berfokus pada makanan kering-beru yang menawarkan lebih dari 130 produk. Selain memiliki toko fisik, Tria Frog Treats juga memiliki kehadiran digital di TikTok yang sudah diikuti oleh ribuan pengguna.
"Saya sudah membangun kehadiran di TikTok, dan terus berkembang. Dalam dua minggu, pengikut saya naik dari 1.500 menjadi lebih dari 3.000," kata Tricia Hermsen, dikutip dari Fox 11, Rabu (5/2).
Tricia mencoba berbagai cara untuk menyelamatkan TikTok dari pelarangan. Dia sudah mencoba aplikasi lain yang serupa, namun menurutnya tidak ada yang seinteraktif dan seefektif TikTok.
"Saya rasa tidak ada platform lain yang bisa menggantikan TikTok. Jadi, ketika orang bilang, 'pindah saja ke aplikasi lain dan lakukan hal yang sama,' itu sebenarnya tidak mungkin," ujarnya.
Selama tiga minggu terakhir, Tricia rutin melakukan siaran langsung di TikTok untuk memanfaatkan algoritma aplikasi tersebut. Dia juga mengumpulkan data tentang perkembangan bisnisnya melalui TikTok dan berencana menggunakannya sebagai bukti saat berbicara dengan perwakilan pemerintah.
"Saya ingin mengundang para pejabat untuk datang ke bisnis kecil kami, berbincang langsung, dan melihat bagaimana usaha kecil seperti kami terdampak. Saat ini, TikTok memberikan dampak positif bagi saya, jadi tentu saja saya tidak ingin itu berubah," jelas Hermsen.
Saat ancaman pelarangan TikTok muncul bulan lalu, banyak bisnis kecil dan pengguna beralih ke aplikasi bernama RedNote. Mereka bahkan menyebut diri mereka sebagai pengungsi TikTok.
"Mereka punya cara menarik untuk menyambut pengguna TikTok yang berpindah ke sana. Tagar #TikTokRefugees menjadi tren di sana, dan komunitasnya sangat ramah serta menerima kami dengan baik," kata Sami Schmidt, pemilik Mobile Minis Bloom Bar.
Mobile Minis Bloom Bar adalah usaha penyewaan bar bunga keliling di Wisconsin bagian timur laut. Schmidt mengatakan TikTok merupakan strategi pemasaran utama bisnisnya. Namun, setelah masa depan aplikasi ini menjadi tidak pasti, ia pindah ke RedNote dan tidak berencana kembali ke TikTok.
"Banyak hal terjadi di TikTok, termasuk berbagai teori konspirasi yang beredar. Saat kembali ke aplikasi itu, informasinya terasa terlalu banyak dan membingungkan," ujar Schmidt. "Sekarang suasananya sudah sangat berbeda dibanding sebelumnya, dan itu menyedihkan."
0 Comments


- 7 Website untuk Mencari Jurnal buat Referensi Kamu!
- Netflix Mengincar Pasar India dengan Umumkan Daftar Konten Tahun 2025
- The Weeknd Siap Debut sebagai Pemeran Utama di Film Terbarunya
- Red Bull Sebut Uji Coba F1 dengan Ford Akan Jadi Momen Bersejarah
- Film Fantastic Four Terbaru Bagikan Cuplikan Perdana
- Ikuti Langkah Ini Jika Kamu Ingin Memulai Hubungan Asmara dengan Orang Baru
- NBA Insider Sebut Mavericks Ingin Datangkan Pemain Senilai Ratusan Juta Dollar
- Mahasiswa Institut Pertanian Bogor Gelar Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!